Setelah Agenda Pembebasan Pasung, Kini di Ponorogo Muncul Klaster Nakes

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Kegiatan pembebasan pasung yang dilakukan Pemkab Ponorogo di Kecamatan Jambon, diduga berdampak terhadap penularan Covid-19. Terbukti pasca agenda tersebut malah muncul klaster tenaga kesehatan (Nakes), dengan jumlah total 16 kasus atau pasien asal Puskesmas Jambon yang telah terpapar Covid-19.

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

"Sampai hari ini ada 110 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. 16 di antaranya nakes dari Jambon," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono, Selasa (15/6/2021).

Tak dipungkiri memang sejauh ini belum berkurang. Karena kebanyakan masih menunggu masa isolasi selesai, yakni 10 sampai 14 orang.

"Klaster nakes ini juga terkait displin prokes (protokol kesehatan). Terjadi di Jambon setelah kami (Pemkab Ponorogo) melakukan pembebasan pasung di daerah tersebut," katanya.

Sekda yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) itu mengungkapkan, bahwa klaster tersebut tidak hanya terjadi di Jambon. Namun, juga merambat ke kantor dinkes. Ada 7 orang terkonfirmasi dan mereka semua dalam satu bidang.

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

"Kalau kantor dinkes kan sudah selesai semua. Satu bidangnya sudah mulai dibuka," tambah lulusan APDN ini.

Sementara untuk Puskesmas Jambon memang ada 16 nakes yang terpapar, sehingga menyebabkan layanan rawat inap dihentikan. Tetapi pelayanan sehari-hari tetap berjalan.

"Total nakes di Jambon itu 50 orang. Sisanya masih bisa melayani, tapi ya itu cuma rawat jalan," terangnya.

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Selain itu, nakes yang melayani di polindes di sekitar Kecamatan Jambon juga ditarik ke Puskesmas Jambon. Karena pelayanan kesehatan harus tetap jalan.

"Tetap harus jalan. Karena masyarakat yang sakit mau periksa kemana, jika puskesmas di-lockdown," pungkasnya. (nul)

Editor : Fauzy Ahmad

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru