KLIKJATIM.Com | SURABAYA - Sederet dukungan hadir kepada Muhammad Pandhu Firmansyah, balita yang lahir dengan kondisi fisik yang kurang sempurna karena mengidap penyakit hydrocephalus sejak lahir. Salah satunya dari Khusnul, Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya. Pihaknya selain berkunjung pada Selasa (10/12/2019), juga berjanji akan mengupayakan bantuan bagi pengobatan Pandhu.
[irp]
Khusnul mengatakan, di usia yang baru menginjak 21 tahun, Dina Octavia merupakan wanita yang sangat hebat. Karena bisa dengan tegar menerima segala keadaan yang ia alami. Dimulai dengan kelahiran tidak normal sang putra pertama, Pandhu. Lalu ditinggal minggat oleh sang suami yang sejak awal sudah memberikan tanda-tanda tidak mau bertanggungjawab.
"Saya ini ibu dua orang anak. Saya paham betul menjadi ibu. Saya belum tentu mampu seperti mbak Dina," tutur Khusnul.
Menurutnya, Dina merupakan wanita pilihan, yang belum tentu wanita lain bisa menerima ujian sepertinya. Saat bertemu dengan Dina, Khusnul mengaku sempat menawari pekerjaan kepadanya. Karena melihat Dina yang hanya tinggal dengan sang Ibu yang belum jelas sampai sekarang sumber ekonominya pasca ditinggal suami.
"Ya ujian yang sedang dijalani mbak Dina memang sangat berat. Melihat keadaan putranya yang harus bolak-balik ke rumah sakit untuk perawatan. Saya sempat tawarkan kerja kepada Mbak Dina. Tapi kelihatannya mbak Dina condong ingin di Wiraswasta," katanya.
Kondisi Dina dan putranya akan ditindaklanjuti di Komisi D DPRD Surabaya. Ia berharap di meja Komisi D nanti, DPRD Surabaya bersama dengan Pemkot Surabaya dapat memberi alternatif dan jalan keluar bagi Dina sekeluarga. "Mulai dari penyembuhan Pandhu, hingga sumber ekonomi keluarga agar tetap bertahan hidup," tandasnya.
"Kalo pembiayaan sih sambil jalan cuman katanya ada dermawan yang mbantu bayar," tuturnya.
Selama ini pengobatan Pandhu dibiayai sendiri oleh Dina sekeluarga dan ada juga dermawan yang membantu. "Belum tahu juga siapa yang bayar, tiba-tiba sudah terbayar," ungap Dina.
[irp]
Diketahui, Dina Octavia mengaku telah mengurus Cerai kepada suaminya pada Senin (9/12/19) lantaran sudah tidak tahan dengan sikap sang suami Muhammad Abdul Aziz yang dinilainya sudah tidak lagi bersedia menerima kondisi putra pertamanya. Terlebih selama perjuangan pengobatan bagi Pandhu, Abdul Aziz juga memilih menghindar untuk ikut andil. Dina yang dibantu Ibunya pun dengan segala keterbatasannya berjuang sendiri dalam berjuang untuk kesembuhan Pandhu. (nk/bro)
Editor : Redaksi