Pemutakhiran Data SDGs di Bojonegoro Capai 76 Persen, Ada 103 Desa Mandiri dan 254 Desa Maju

klikjatim.com
Kepala DInas PMD Bojonegoro, Machmudin.

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro—Pemutakhiran data berbasis SDGs (Suistanable Development Goals) Desa per 30 Mei 2021, Bojonegoro menempati urutan kedua se- Jawa Timur dengan presentase 76,17%. Dari 1.301.635 jumlah penduduk, Kabupaten ini telah menyelesaikan sebanyak 991.449 penduduk.

[irp]

Baca juga: Pimpin Upacara HUT Ke-81 RI di Grahadi, Gubernur Khofifah Gelorakan Semangat Kedaulatan, Keadilan, dan Kemakmuran Bangsa

SDGs Desa merupakan program baru dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, dengan tujuan pengumpulan serta pemutakhiran data. 

Komitmen Pemerintah Indonesia dalam melaksanakan SDGs ditegaskan dalam Perpres No 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Nasional Berkelanjutan. Pendataan data ini direncanakan akan berkelanjutan sampai tahun 2030 mendatang.

Kepala Dinas PMD Bojonegoro, Machmuddin menjelaskan, instrumen penilaian di SDGs lebih mendetail serta mencakup semua lini dari individu, keluarga, warga dan desa. Sasaran pemutahkhiran data tersebutlah yang membedakan antara FDGs dan IDM yang hanya berbasis data per desa.

Baca juga: Sambut HUT Ke-81 RI, Relawan Jember Gelar Safari Merah Putih: Konvoi Hingga Bentangkan Kain 81 Meter

"Data ini nantinya dapat digunakan sebagai sumber serta tolak ukur kebutuhan desa," ujar Machmuddin, Kamis (3/6/2021).

Menurut Machmudin, pendataan SDGs ini berkesinambungan dengan pemutakhiran IDM 2021. Berbicara tentang IDM di Bojonegoro, jumlah status Desa Mandiri di Kabupaten Bojonegoro di tahun 2021 ini juga meningkat, ada 65 desa yang naik kelas menjadi desa mandiri. Tahun 2020 ada 38 desa mandiri, tahun 2021 meingkat jadi 103 desa.

"Total dari 419 desa yaitu, 103 desa mandiri, 254 desa maju dan 62 desa berkembang," imbuhnya.

Baca juga: Momen HUT Ke-81 RI, Bupati Sampang Ajak Seluruh Lapisan Masyarakat Kolaborasi Bangun Daerah

Machmuddin berharap, database ini nantinya bisa dijadikan acuan serta dikembangkan dengan baik. Di mana data analisis tersebut dapat dimanfaatkan oleh desa untuk mendorong program-program pembangunan desa yang lebih bermanfaat.

"SDGs mungkin memang sebatas survei untuk pemutakhiran data, namun jika desa bisa memanfaatkan lalu menghasilkan analisa yang strategis ini juga akan bermanfaat untuk Pemkab Bojonegoro dalam melakukan program pembangunan berbasis desa," pungkasnya. (mkr/adv)

Editor : M Nur Afifullah

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru