Empat Kali di Bobol Maling, Toko Perhiasan di Pandaan Merugi

klikjatim.com
Olah TKP dari tim inafis

KLIKJATIM.Com I Pasuruan - Toko perhiasan perak Berlian Jaya”, di Pasar Pandaan milik M. Yunus, 55, itu dibobol maling. Terhitung sudah empat kali kemalingan, tak ada pelaku yang tertangkap.

Pada kali keempat, toko yang ada di dalam Pasar Pandaan itu dibobol, kemarin (31/5) pagi. Sekitar pukul 05.00. Hampir semua perhiasan di toko itu hilang. Pemiliknya pun merugi Rp 50 juta. Namun, Yunus tidak tahu tokonya kemalingan lagi. Warga  Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, itu baru tahu setelah rekannya sesama pedagang memberitahu.

Baca juga: Bojonegoro Naik Kelas, Beras Premium Rojo Nogo Siap Tembus Pasar Nasional

“Saya malah tahu dari tetangga jualan di dekat toko yang buka warung. Dia melihat rolling door toko saya terbuka sebagian. Tapi lampunya kok padam,” katanya.

Sebelum kemalingan untuk keempat kalinya, korban sempat membuka tokonya, Minggu (30/5). Dia buka mulai pagi sampai pukul 12.00.Saat tutup, semua perhiasan perak yang dia jual dibiarkan terpajang di etalase. Setelah mengunci semua etalase, dia lantas menyimpan kunci di sebuah laci yang ada di toko itu. Yunus lantas pulang.

Yunus mengaku, biasanya semua barang dagangan itu dia simpan di lemari saat toko tutup. Atau dibawanya pulang.

Namun, hari Minggu siang itu dia terburu-buru. Sehingga, tidak sempat mengamankan perhiasan perak jualannya. Semuanya masih rapi berjejer di etalase.

Kondisi itu dimanfaatkan benar oleh pelaku. Hampir semua perhiasan perak di etalase itu raib. Dibawa kabur pelaku. Hanya beberapa buah saja yang tersisa.

Mengetahui tokonya dibobol maling, korban pun langsung datang ke pasar. Dia sempat mengecek kondisi tokonya. Baru kemudian melapor ke staf kantor Pasar Pandaan. Lalu melapor ke Polsek Pandaan.

Baca juga: Menaker dan Seskab Luncurkan MagangHub Angkatan II, Kuota Peserta Naik Jadi 150 Ribu

“Rolling door sudah saya kunci. Semua etalase juga sudah dikunci, meskipun semua perhiasan perak ada di dalamnya. Tapi tetap kemalingan. Ini sudah keempat kalinya,” tandasnya.

Bahkan, kerugian akibat kemalingan kemarin itu merupakan yang terbesar. “Nilai barang yang hilang sekitar Rp 50 juta. Ini yang terbesar dibandingkan tiga kemalingan sebelumnya,” imbuh Kapolsek.

Pagi itu juga, petugas pasar datang ke toko korban. Termasuk petugas Unit Reskrim Polsek Pandaan beserta tim Inafis Polres Pasuruan.

Di lokasi kejadian, petugas langsung pulbaket menggali keterangan dari sejumlah saksi dan korban. Olah TKP juga langsung dilakukan petugas.Hampir semua etalase terbuka dengan kunci masih menempel. Hanya satu saja etalase yang pintunya tertutup.

Baca juga: Polres Jember Klarifikasi Video Viral Anggota Diduga Nyabu, Sudah Demosi 2 Tahun

“Saat olah TKP di atas kaca etalase ditemukan sejumlah jejak, tapi jumlahnya sedikit. Diduga itu jejak kaki dan tangan pelaku,” jelas Kapolsek.

Berdasarkan olah TKP, diduga pelaku masuk ke toko dengan cara merusak rumah gembok toko di sisi barat. Baru kemudian rolling door dibuka sebagian.

“Kejadiannya diperkirakan berlangsung antara dini hari hingga menjelang subuh. Pelakunya tengah kami telusuri,” pungkasnya. (*)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru