KLIKJATIM.Com | Tuban—Kandang sapi milik Musyafak (35) warga Desa Talun, Kecamatan Montong, Tuban terbakar, Senin (24/5/2021) malam. Beruntung tiga ekor sapinya tak ikut terpanggan dan berhasil diselamatkan.
[irp]
Baca juga: Dorong Swasembada Pangan, Petrokimia Gresik Siapkan Beasiswa untuk 50 Calon Agripreneur Muda
Peristiwa kebakaran yang menghanguskan kadang sapi itu pertama kali diketahui oleh Siti salah satu warga yang keberadaan rumahnya berdampingan dengan kandang sapi milik Musyafak itu. Saat ia sedang santai ia langsung kaget melihat api sudah mulai membesar membakar kandang sapi tersebut.
“Pertama kali kebakaran itu diketahui saksi bernama Siti yang rumahnya berdampingan. Sedangkan untuk korban atau pemilik kadang itu sedang tidak berada di rumah,” terang AKP Nungki Sambodo, Kapolsek Montong, Polres Tuban.
Baca juga: Sekolah Rakyat Sumenep Tertunda, Lahan Pembangunan Masuk Kawasan Sawah Dilindungi
Api yang dengan cepat membesar itu pertama diketahui berasal dari tumpukan Jerani dan juga Kelobot yang di simpan di kadang untuk pakan ternak. Karena kondisi Jerami kering membuat api dengan cepat membesar dan membuat panik sejumlah warga yang tinggal di kawasan kampung tersebut.
“Melihat kebakaran itu, selanjutnya saksi berteriak minta tolong pada warga sekitar. Kemudian warga langsung berusaha menyelamatkan 3 ekor sapi yang ada di dalam kandang dengan cara di lepas,” tambahnya.
Baca juga: Gerak Cepat! Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi
Sejumlah warga yang mengetahui kebakaran itu langsung berupaya untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya supaya tidak sampai menjalar ke rumah warga lainnya. Selanjutnya petugas Pemadam Kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban juga diterjunkan ke lokasi kebakaran untuk memadamkan api yang menghanguskan kadang sapi tersebut.
“Diduga api berasal dari korsleting listrik yang ada di kandang. Akibat kejadian kebakaran itu, kandang sapi milik korban habis terbakar dan tidak ada korban jiwa ataupun korban luka,” pungkasnya. (*)
Editor : M Nur Afifullah