Mengais Rezeki di Puncak Lawu, Nenek Tua Mbok Yem Terpaksa Ditandu 4 Orang

klikjatim.com
Mbok Yem ditandu naik ke Gunung Lawu. (Tangkapan layar media sosial facebook)

KLIKJATIM.Com | Pacitan - Bagi penghoby muncak ke Gunung Lawu, tentunya sudah tidak asing lagi dengan Mbok Yem. Ia merupakan pemilik warung, sekaligus penjual di puncak gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Magetan, Jawa Timur dengan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. 

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

Meski sudah berusia 62 tahun, tapi Mbok Yem tidak pernah libur untuk membuka warungnya yang berada di Puncak Gunung Lawu. Tahun ini saja, Mbok Yem mengaku hanya menikmati libur lebaran 2 minggu untuk bersilaturahim dengan tetangganya. 

Bagaimana Mbok Yem di tengah usianya yang sudah tidak muda lagi, tapi bisa naik ke puncak gunung akhirnya terjawab. Sebuah video Mbok Yem yang naik ke Puncak Gunung Lawu untuk kembali membuka warung miliknya dengan cara ditandu pun viral di media sosial (medsos).

Video berdurasi 15 detik yang diunggah oleh pemilik akun Bayu Aji AE tersebut, memperlihatan Mbok Yem sedang mengenakan setelan baju warna hitam dan kerudung warna merah. Ia terlihat ditandu oleh 4 orang. 

"Mbok Yem naik Gunung Lawu lagi lur. Monggo mampir warungnya yang Hoby naik Puncak Lawu," tulis akun Aji Ae pada postingannya, Jumat (21/5/2021).

Dalam postingan yang diunggah pada Jumat pukul 03:00 WIB tersebut ditangapi sebanyak 1.241 netizen dan dikomentari oleh 84 warganet. 

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Sejumlah netizen mendoakan Mbok Wakiyem atau Mbok Yem Yem (62), warga Dukuh Dagung, Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, agar panjang umur. “Petualang tangguh, sehat selalu mbah amin,” tulis pemilik akun Om Suwono.

"Kemarin libur 2 Minggu untuk lebaran di rumah. Berangkat kembali ke puncak Lawu kemarin,” ujar Saiful Gimbal yang merupakan keluarga Mbok Yem saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (21/5/2021).

Gimbal menambahkan, biasanya Mbok Yem selalu jalan kaki untuk kembali ke Puncak Gunung Lawu untuk membuka warung miliknya. Namun seiring berjalannya waktu, stamina yang menurun sehingga Mbok Yem pun minta untuk digendong jika sudah mencapapai pos 2 pada tahun lalu. 

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

"Tahun kemarin minta digendongnya dari Pos 2 karena sudah lelah,” imbuhnya.

Tahun ini, kata dia, Mbok Yem kembali ke puncak Gunung Lawu dengan minta ditandu. Tandu dari bambu memang sudah disiapkan dari rumah dengan membawa 8 anggota keluarga dan tetangganya untuk mengusung tandu tersebut. 

"Tandu disiapin dari rumah. Yang ngusung tandu ada 8 orang dari saudara dan tetanngga di sini,” ucap Gimbal. (nul)

Editor : Fauzy Ahmad

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru