KLIKJATIM.Com | Surabaya--Banyaknya home industry petasan di Jatim hingga menyebabkan 6 nyawa melayang jadi perhatian khusus Gubernur Khofifah Indar Parawansa. 6 warga Jatim yanh tewas akibat ledakan petasan itu semuanya terjadi di bulan ramadan 2021.
[irp]
Baca juga: Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawamsa, pun mewanti-wanti, agar masyarakat tidak memproduksi petasan secara home industry
Diketahui, ledakan pertama dari pabrik mercon pada 14 April 2021 di Jombang. Dari ledakan tersebut, satu orang tewas. Tak lama kemudian, pada 27 April 2021, dua orang warga Ponorogo juga tewas saat mengaduk bahan peledak untuk mercon.
Ledakan berikutnya dialami Jatim menjelang Idul Fitri. Pada 10 Mei 2021, ratusan petasan meledak hingga menelan nyawa dua orang pembikinnya. Terbaru, di malam takbiran, satu orang tewas mengenaskan dengan tubuh terbelah akibat petasan yang dia produksi meledak di Kediri.
Baca juga: Peluang Besar untuk Sampang: Pengembangan Lapangan Hidayah Buka Potensi Jadi Daerah Penghasil Migas
"Tadi malam itu termasuk yang ledakannya cukup tinggi," kata Khofifah, Kamis (13/5/2021).
Peristiwa ini tentu menjadi PR bagi Jatim. Tak hanya warganya saja, melainkan pencegahan dan penindakan, baik dari pemerintah maupun kepolisian juga patut dievaluasi. Khofifah pun berkoordinasi dengan Polda JatimĀ agar menindaklanjuti kejadian ledakan mercon ini.
"Accident mercon itu kemarin kami koordinasi dengan Pak Kapolda karena di Jatim selama puasa ini ada empat titik mercon yang meledak," ujarnya.
Dari bukti nyata bahaya home industry petasanĀ ini, Khofifah mengingatkan kembali warga Jatim agar tidak lagi membuat petasan di rumah. Selain mengalami kerugian materi, juga membahayakan nyawa.
"Jadi ini harus menjadi referensi kita semua bahwa hal yang sudah dilarang mohon untuk dipatuhi demi kebaikan dan perlindungan kita semua," pungkasnya. (*)
Editor : Redaksi