Anda Penderita Jantung Koroner? Simak Paparan Ahli Gizi Soal Anjuran Pola Makan Saat Lebaran

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, kini saatnya menyambut hari kemenangan. Dan biasanya lebaran identik dengan saling bermaafan, serta makanan yang khasnya seperti kue kering atau makanan berat lainnya.

[irp]

Baca juga: Apresiasi Loyalitas, MPM Honda Jatim Siapkan 6 Unit Honda PCX160 Khusus untuk Konsumen Banyuwangi

Opor ayam misalnya. Makanan ini menjadi salah satu hidangan khas ala lebaran yang selalu dinanti, bahkan kerap dipasangkan dengan ketupat atau lontong. Lembutnya daging ayam, gurihnya kuah yang bercampur dengan santan, serta taburan bawang goreng yang mempercantik tampilan menjadi daya tarik yang tidak bisa dihindari. Begitu juga dengan rendang daging sapi, daging yang empuk dipadu bumbu khas yang telah dicampur dengan santan menjadi pesona tersendiri. Sangat sayang jika tidak dicicipi.

Namun, beberapa penderita jantung koroner pasti menganggap santan merupakan salah satu hal yang menyeramkan.

Stefania Widya Setyaningtyas, S.Gz, MPH memaparkan, penderita penyakit jantung koroner bisa mengkonsumsi opor ayam atau rendang saat lebaran meski mengandung santan. Tapi harus memperhatikan jumlahnya.

“Jika dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan dan tidak dipanaskan berulang, sebenarnya tidak masalah karena penderita penyakit jantung koroner sekalipun tetap membutuhkan lemak,” papar Dosen Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) tersebut, Selasa (11/5/2021).

Baca juga: Sinkronisasi Pusat: Khofifah Pastikan WFH ASN Pemprov Jatim Berlanjut, Jadwal Geser ke Hari Jumat

“Santan mengandung lemak jenuh, maka jumlah konsumsinya sebaiknya tidak lebih dari 10 persen dari total kebutuhan lemak,” imbuhnya.

Pemanasan berulang yang dilakukan pada makanan bersantan akan menyebabkan kandungan lemak jenuh dalam santan semakin meningkat. “Hal ini terjadi akibat rusaknya struktur kimia lemak pada santan, sehingga sebaiknya hindari konsumsi makanan bersantan yang dipanaskan berulang,” terangnya.

Stefania menjelaskan bahwa santan bisa diganti dengan produk yang lain. Seperti susu segar, susu skim, susu kedelai, atau susu almond. Tidak ketinggalan, pola makan seimbang juga perlu diterapkan.

Baca juga: Perkuat Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Kini Miliki 17 TUK Astra Honda Berstandar Industri

“Imbangi dengan sayur dan buah yang tinggi kandungan serat dan larut dalam air sehingga dapat mengikat dan memperlambat penyerapan lemak dan kolesterol. Hal ini membantu mengontrol kadar lemak dalam darah,” jelasnya.

Beberapa contoh buah dan sayur yang tinggi serat, serta larut dalam air adalah apel, pear, wortel, stroberi, jambu, brokoli, dan lobak turnip. Stefania juga merekomendasikan untuk membuat ketupat dengan campuran oatmeal.

“Bisa juga mengkreasikan seperti lontong atau ketupat dengan menambahkan oatmeal sehingga jumlah serat larut dalam makanan akan meningkat,” tutupnya. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru