KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Dua orang saksi korban ledakan petasan maut di desa Sukorejo Wetan kecamatan Rejotangan kabupaten Tulungagung, yang terjadi pada Senin (10/05/2021) malam lalu, sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya yang membaik.
[irp]
Baca juga: 357 Kasus Kecelakaan Ditangani Satlantas Polres Tulungagung Hingga April 2026
Keduanya adalah Shofian Efendi (21) dan Gilang alias Abil (20), kedua pemuda ini mengalami luka lecet pada bagian tubuhnya dan mengalami gangguan pendengaran akibat ledakan tersebut.
Karena kondisinya yang tidak parah, sehingga pihak rumah sakit memperbolehkan keduanya menjalani rawat jalan.
Polisi kemudian melakukan pemeriksaan maraton, dengan memanggil kedua pemuda tersebut ke Mapolsek Rejotangan untuk dimintai keterangan.
Kepada tim liputan, kedua pemuda tersebut mengaku masih merasakan efek dari ledakan tersebut, yakni berkurangnya pendengaran terutama pada salah satu telinganya.
Shofian mengaku, saat ledakan terjadi, dirinya dan Abil berada lebih kurang 2,5 meter dari titik ledakan, kemudian luka lecet yang dialaminya diduga berasal dari pecahan lantai karena ledakan.
Baca juga: Kejaksaan Negeri Tulungagung Akan Lelang 5.292 Liter Solar Sitaan
"Duduk melingkar mas, paling saya ada 2,5 meter dari yang meledak itu," jelasnya.
Dirinya mengungkapkan, ledakan bersumber dari petasan yang sedang dirakit oleh korban Andik, kemungkinan Andik yang memasang sumbu menggunakan obeng tersebut, terlalu keras saat memasang sumbu sehingga ujung obeng yang terbuat dari logam tersebut menembus ke bagian bubuk mesiu sehingga menimbulkan gesekan disusul ledakan.
"Obengnya njoblos ke bubuk mesiu, kemungkinan itu penyebabnya," jelasnya.
Baca juga: Bobol Tembok Minimarket di Tulungagung, Komplotan Pencuri Sikat Barang Senilai Rp 92 Juta
Dirinya bersama teman temannya sudah merencakanan membuat petasan yang diledakkan saat idul fitri sejak awal ramadahan.
Mereka patungan untuk membeli barang barang yang dibutuhkan, termasuk bubuk mesiu yang dijual seharga Rp 200 ribu di pasaran. "Patungan sama teman teman, bubuk mesiunya beli 5kilogram, tapi belum dibayar," terangnya.
Shofian mengaku, sudah ada lebih dari 30 petasan yang jadi dan siap diledakkan, sedangkan yang lainnya sedang dalam proses pemasangan sumbu dan pemasangan tutup petasan. "Yang sudah jadi 15, tapi ada lebih dari itu yang tinggal finishing," pungkasnya. (bro)
Editor : Iman