KLIKJATIM.Com | Lamongan--Tim eksplorasi Kapal Van Der Wijck yang tenggelam di perairan pantura Lamongan memastikan kondisi kapal yang tenggelam pada tahun 1936 itu masih utuh. Tim dari Balai Perlindungan Cagar Budaya (BPCB) Jatim juga telah menemukan titik letak bangkai kapal tenggelam.
[irp]
Baca juga: Harga Garam di Sampang Anjlok Hingga Rp30 Ribu per Karung, Petani Menjerit
Berdasarkan pantauan Tim BPCB Jatim sebelumnya, bangkai kapal megah yang tenggelam tahun 1936 itu diperkirakan memiliki panjang kisaran 150 meter dan lebar 20 meter. Kendati demikian, belum bisa dipastikan akurasi dari ukuran bangkai kapal. Sebab, tim penyelam belum bisa menelusuri dengan jelas hingga ke dasar laut.
Arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, jika dilihat dari kondisi bangunan bangkai kapal di bawah laut, kapal termegah di zamannya tersebut masih utuh. Sebab, dari hasil pantauan sementara, tidak ada retakan dan tidak ada bagian bangunan yang terpisah dari bangkai kapal tersebut.
Ditambahkan Wicaksono, dari hasil penyelaman terakhir, tim mendapatkan temuan baru pada bangkai kapal Van Der Wijck, meski penemuan itu masih perlu dilakukan identifikasi lebih lanjut.
Baca juga: Buktikan Kencangnya CBR Series, Pebalap Astra Honda Raih Kemenangan di ARRC Mandalika 2026
"Ada, tapi kami masih belum pasti, karena harus diidentifikasi lagi," ujarnya.
Wicaksono mengungkapkan, hari ini proses pengambilan foto dan video pada bangkai kapal legendaris tersebut telah dilakukan, meski hal itu tak mudah dan temui banyak kendala.
"Pengambilan foto dan video sudah dilakukan. Tapi pada kedalaman di bawah 35 meter airnya keruh," ungkapnya.
Baca juga: Lewat Revolusi 888, SGN Pacu Kinerja Pabrik Gula Hingga Tembus Rendemen 8 Persen
Wicaksono menambahkan, selain cuaca buruk, arus bawah di perairan pantura juga kencang. Sehingga air di dasar laut bercampur lumpur dan keruh.
"Ada arus bawah yang cukup kencang, sehingga lumpur di dasar teraduk semua dan bikin keruh," tambahnya. (*)
Editor : Abdul Aziz Qomar