85 Tahun Tenggelam, BPCB Jatim Pastikan Kondisi Bangkai Kapal Van Der Wijck Masih Utuh

Reporter : Abdul Aziz Qomar

KLIKJATIM.Com | Lamongan--Tim eksplorasi Kapal Van Der Wijck yang tenggelam di perairan pantura Lamongan memastikan kondisi kapal yang tenggelam pada tahun 1936 itu masih utuh. Tim dari Balai Perlindungan Cagar Budaya (BPCB) Jatim juga telah menemukan titik letak bangkai kapal tenggelam.

[irp]

Baca juga: Buka Kantor Baru dan Siapkan Kejutan Kader Anyar, DPD PSI Jember Tegaskan Dukungan Penuh untuk Gus Fawait

Berdasarkan pantauan Tim BPCB Jatim sebelumnya, bangkai kapal megah yang tenggelam tahun 1936 itu diperkirakan memiliki panjang kisaran 150 meter dan lebar 20 meter. Kendati demikian, belum bisa dipastikan akurasi dari ukuran bangkai kapal. Sebab, tim penyelam belum bisa menelusuri dengan jelas hingga ke dasar laut.

Arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, jika dilihat dari kondisi bangunan bangkai kapal di bawah laut, kapal termegah di zamannya tersebut masih utuh. Sebab, dari hasil pantauan sementara, tidak ada retakan dan tidak ada bagian bangunan yang terpisah dari bangkai kapal tersebut.

Ditambahkan Wicaksono, dari hasil penyelaman terakhir, tim mendapatkan temuan baru pada bangkai kapal Van Der Wijck, meski penemuan itu masih perlu dilakukan identifikasi lebih lanjut.

Baca juga: Dari Ekonomi hingga Literasi, Patra Logistik dan Universitas Airlangga Kolaborasi Jalankan Program TJSL di Surabaya

"Ada, tapi kami masih belum pasti, karena harus diidentifikasi lagi," ujarnya.

Wicaksono mengungkapkan, hari ini proses pengambilan foto dan video pada bangkai kapal legendaris tersebut telah dilakukan, meski hal itu tak mudah dan temui banyak kendala.

"Pengambilan foto dan video sudah dilakukan. Tapi pada kedalaman di bawah 35 meter airnya keruh," ungkapnya.

Baca juga: Gubernur Khofifah Sampaikan Nota Penjelasan Dua Raperda Strategis di DPRD Jatim

Wicaksono menambahkan, selain cuaca buruk, arus bawah di perairan pantura juga kencang. Sehingga air di dasar laut bercampur lumpur dan keruh.

"Ada arus bawah yang cukup kencang, sehingga lumpur di dasar teraduk semua dan bikin keruh," tambahnya. (*)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru