KLIKJATIM.Com | Ponorogo—Petasan yang meledak hingga menyebabkan dua orang meninggal di Ponorogo dikategorikan cukup dahsyat. Suara ledakannya saja terdengar hingga radius 7 kilometer.
[irp]
Baca juga: Gelar Salat Id Bersama Forkopimda, Bupati Sampang Ingatkan Kesetaraan Umat di Hadapan Allah SWT
Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis menyebutkan, bahwa ledakan cukup dahsyat. "Info tadi malam suara ledakan terdengar sampai 7 kliometer. Terdengar sampai Polsek padahal jauh, " ujarnya, Rabu (28/4/2021).
Menurut kapolres, bahan serbuk petasan yang diracik cukup banyak, diperkirakan mencapai puluhan kilogram. Untuk merakitnya, kata dia, korban meracik bahan petasan di lantai dua rumahnya.
"Bahan-bahannya dimasukkan di kaleng cat. Kemudian dimikser menggunakn bor," katanya di lokasi kepada wartawan.
Baca juga: Salat Id di Masjid Darussalam, Bupati Bojonegoro Titipkan Tiga Pesan Sakral Iduladha
Diduga, kata dia, terjadi benturan panas. Antara kaleng, bor dan miseu. "Yang ada akhirnya meledak," bebernya.
Ledakan petasan ini mengakibatkan kakak beradik asal Dusun Ngasinan, Desa, Ngasinan, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo Sunardi (23) dan adiknya Samuri (21) tewas.
Baca juga: Bikin Resah Warga, Pemuda di Jember Rekayasa Aksi Begal Demi Dapat Uang Orang Tua
Saking dasyatnya ledakan tersebut, tubuh korban Sunardi hancur terpotong-potong. Bahkan, potongan tubuh korban ada yang terpental hingga ke rumah tetangga korban yang berjarak 100 meter. Sementara yang adik yang berada di lantai 1 rumahnya juga ikut tewas akibat dasyatnya ledakan tersebut.
Petasan meledak pada Selasa (27/4/2021) sekitar pukul 23.00 WIB. Selain menewaskan dua korban, ledakan ini juga membuat rumah korban rusak parah. (mkr)
Editor : Fauzy Ahmad