KLIKJATIM.Com I Jember - Bantuan sosial untuk warga prasejahtera menjadi fokus pembicaraan dalam pemaparan program kerja yang disampaikan Dinas Sosial kepada Bupati Jember, Hendy Siswanto. Bupati Jember ini menegaskan masih ada penerima bansos yang kurang tepat sasaran.
[irp]
Baca juga: Rombak 43 Pejabat Pemkab Jember, Bupati Gus Fawait Pakai Analogi Messi-Ronaldo
Bupati Hendy merasa heran dengan banyaknya jenis bansos yang telah diberikan kepada masyarakat, namun kenyataannya tingkat kemiskinan di Jember masih tinggi. Sehingga bantuan tidak sesuai dengan tujuan utama bansos itu diberikan agar masyarakat dapat memperbaiki keadaan ekonominya.
“Bantuan ini manajemennya kurang tepat karena menurut perhitungan sederhana saja, beberapa bantuan yang bermacam-macam seperti PKH, BST, KIS dan lainnya ini kalau ditotal lebih dari Rp. 100M nilainya tapi sampai sekarang masih miskin ada apa ini,” jelasnya.
Oleh sebab itu, seluruhnya harus dikaji ulang, baik dari sisi ketepatan penerima bantuan tersebut, juga manajemen penggunaan bantuan itu.
Baca juga: Dilalap Api 13 Jam, 2 Hektare Lahan Kering di Gunung Trianggulasi Jember Terbakar
“Nah Dinsos tidak boleh lepas tangan setelah menyalurkan bansos, artinya setelah masyarakat menerima bantuan tersebut kemudian Dinsos harus mengawal penggunaannya, kalau semuanya untuk dikonsumsi, masyarakat kita ketergantungan dengan bantuan, lalu kapan mereka sejahteranya,” tandasnya.
Apabila penggunaan bantuan itu dikawal, lanjut Hendy, lalu masyarakat dibentuk kelompok usaha mandiri maka bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkesinambungan.
Baca juga: Sengkarut Kebakaran KM Mutiara Sentosa II: Polisi Temukan Data Manifes Tak Sinkron
Meski tidak sesederhana yang kita pikirkan, namun Hendy meminta pembenahan sistim ini harus dilakukan. (*)
Editor : Abdus Syukur