KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Ribuan warga berdesakan di Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Jalan Jaksa Agung Suprapto Sidoarjo, Jumat (23/4/2021). Mereka adalah warga yang mendaftarkan diri untuk menerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM).
[irp]Meskipun loket pendaftaran dibuka pada pukul 08.00 WIB, namun setelah subuh, puluhan warga sudah terlihat mengantre. Semakin siang, antrean semakin panjang hingga mencapai sekitar 100 meter. Ekor antrean terlihat hingga depan kantor PGN di sebelah Timur kantor Dinas Koperasi.
Baca juga: PNS Mati Mendadak Usai Isi BBM di SPBU Kalijaten Sidoarjo
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo M Edi Kurniadi tidak menampik bahwa antrean tersebut melanggar prokes. “Bagaimana bisa menjaga jarak, setiap hari warga yang datang untuk menyerahkan berkas berjumlah sekitar tujuh ribu orang. Namun kami tetap berupaya menjalankan prokes seperti cuci tangan dan pengukuran suhu badan. Proses penyerahan berkas hanya satu menit,” terangnya.
Sejatinya, menurut Edi, warga cukup mendaftar dengan menyerahkan berkas di kantor balai desa atau kelurahan setempat. “Ternyata di kelurahan kondisinya juga mengentre, sehingga warga tetap datang ke kantor kami,” ucapnya, Jumat (23/4/2021) pagi.
Baca juga: Tak Terima Diklakson, Pengendara Bacok Pengemudi di Waru Sidoarjo
Proses pendaftaran BPUM tahap 1 ini dimulai pada Hari Senin 19 April 2021 dan berakhir Hari Selasa 27 April 2021 mendatang. “Penerima BPUM nantinya mendapatkan dana Rp 1,2 juta. Tugas kami hanya memverifikasi berkasnya. Sedangkan verifikasi selanjutnya untuk menentukan penerima bantuan ada di pusat,” imbuhnya.
Meskipun BPUM ini dikucurkan pemerintah untuk membantu pelaku usaha mikro, namun berbagai kalangan warga terlihat ‘tergoda’ untuk mendaftar. Salah satunya adalah Rully K. Warga Kelurahan Urangagung, Kecamatan Kota Sidoarjo. “Saya tadi datang jam enam pagi, ternyata antreannya sudah banyak,” ucap pengusaha katering ini.
Baca juga: Kades Buncitan Sedati Sidoarjo Ditemukan Tewas di Dalam Balai Desa
Saat ditanya alasanya mendaftar BPUM, ia hanya menjawab singkat. “Barangkali saja lolos. Kan rejeki,” katanya. (bro)
Editor : Satria Nugraha