KLIKJATIM.Com | Sampang—Kabupaten Sampang selama ini dikenal sebagai kabupaten miskin di Jatim. Hal itu maklum, sebab angka pengangguran di kabupaten di Pulau Madura itu tiap tahun meningkat.
[irp]
Baca juga: Arus Barang Tumbuh 10,85 Persen, Pelindo Multi Terminal Cetak Kinerja Positif Semester I 2026
Tahun 2020, angka pengangguran di Kabupaten Sampang tercatat ada 11 ribu jiwa. Jumlah tersebut bertambah menjadi 13 ribu jiwa di tahun 2021.
Plt Kepala Bidang Penempatan dan Pengembangan Tenaga Kerja Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP dan Naker) setempat, Agus Sumarso mengatakan, penyebab tingginya angka pengangguran yakni minimnya lapangan pekerjaan di wilayah Sampang. Sementara jumlah lulusan perguruan tinggi terus mengalami penambahan.
“Ditambah sektor usaha banyak yang tutup termasuk karyawan yang di PHK,” terangnya, Kamis (22/4/2021).
Baca juga: Dipicu Hutang Rp 300 Juta, Warga Ketapang Sampang Disekap Selama Tiga Hari
Agus menambahkan, bertambahnya jumlah pengangguran juga dikarenakan daya beli masyarakat yang berkurang. Sehingga, mempengaruhi penghasilan masyarakat pengusaha.
“Kita akui daya beli masyarakat saat ini sangat rendah, karena disesuaikan dengan penghasilan,” imbuhnya.
Baca juga: Tertidur di Gardu Sampang, Motor Pria ini Digondol Tiga Pelaku
Sementara selama pandemi covid-19, lanjut Agus, hasil dari pelatihan kerja masih belum mampu mengatasi persoalan pengangguran. Pihaknya juga membuka peluang lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Namun tak sedikit yang menolak. Alasannya, dikarenakan lokasi pekerjaan berada di luar Sampang.
“Kita akan terus berupaya menekan angka pengangguran dengan mengandeng stakeholder, dan mencari lapangan pekerjaan lokal,” janjinya. (*)
Editor : Rozy