KLIKJATIM.Com | Gresik - Apes memang bagi warga Jalan Dr Soetomo Gang 2 Kelurahan Ngipik Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik. Meskipun air dari PDAM mati, mereka harus tetap membayar tagihan. Lebih parah lagi mereka harus memakai pompa air untuk berebut air dari sumur di sekitar. Sebagian ada yang mengambil air dengan jirigen dari lokasi yang cukup jauh dari rumah.
Suhartati, (37) warga Jalan Dr Soetomo Gang 2 Kelurahan Ngipik mengatakan, air PDAM mati bukanlah hal uang aneh. Hampir setiap saat air PDAM macet dan tidak bisa diandalkan. "Setiap ada satu yang menyala, yang lain tersendat. Bahasa kasarnya digilir. Ada satu dua yang menyala, yang lainnya mati semua. Begitu seterusnya," keluh Suhartati.
[irp]
Dia menambahkan, meski air PDAM sering tidak mengalir dengan normal, mereka tetap harus membayar tagihan bulanan. Setiap laporan kepada pegawai PDAM, mereka selalu mendapatkan jawaban akan ditindaklanjuti. "Sudah berkali-kali kami ingatkan. Sampai bosan. Begita-begitu saja jawabannya," katanya sambil menata tangki air.
Bahkan, sebagian warga bersedia mesin dari PDAM diambil lagi. Mereka siap untuk tidak berlangganan.
Baca juga: Petronite Fest 2026 Jadi Pengungkit Ekonomi UMKM, Perputaran Uang Diproyeksi Lebih dari Rp10 Miliar
Selama air tidak lancar, warga harus berebut air dengan menggunakan mesin pompa air tambahan untuk mengalirkan air dari sumur. Kadangkala, warga juga mengambil dari pipa air milik PT Petrokimia Gresik. "Alhamdulillah masih ada bantuan dari petro (Petrokimia Gresik). Sumber air yang cukup besar bisa diambil sewaktu-waktu," imbuhnya.
[irp]
Baca juga: Buka Pintu Bagi Warga Sekitar, Daycare Petrokimia Gresik Raih Apresiasi dari Menteri PPPA
Sementara itu, warga di Jalan Veteran Tama mengaku sudah mendapatkan bantuan air dari PDAM. Paska protes yang dilakukan beberapa waktu lalu. "Kita dapat bantuan air tangki dari PDAM setiap Selasa dan Rabu," tutur Sunu, warga setempat. (iz/bro)
Editor : Redaksi