Oling River Food Festival Cara Banyuwangi Memoles Infratruktur Sebagai Tujuan Wisata

klikjatim.com
Wabup Sugirah keliling oling river dengan perahu warga. Apriliana Devitasari/klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Banyuwangi – Banyak cara yang dilakukan Pemkab Banyuwangi untuk mempopulerkan destinasi wisatanya. Bahkan infratruktur seperti Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo dikenalkan  sebagai lokasi wisata yang bagus. Dijadikan lokasi Oling River Food Festival dengan menu kuliner andalan, olahan ikan sidat.

[irp]

Baca juga: Siap-siap Lansia Akan Didatangi Petugas Vaksin Covid-19

Festival tersebut berlangsung di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo. Sambil menikmati keindahan dan kebersihan sungai pengunjung diajak menikmati makanan khas setempat, yakni ikan sidat, yang biasa dikenal dengan nama oling.

“Saya sudah mendengar lama bahwa oling adalah salah satu ikan yang gizinya sangat luar biasa dan merupakan kesukaan masyarakat yang ada di luar negeri khususnya Taiwan, Jepang, dan Korea,” Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah, Rabu  (7/4/2021).

Ini menjadi kesempatan dan peluang untuk bersama-sama memamerkan makanan khas Indonesia. Tegaldlimo sendiri dikenal sebagai daerah pengekspor sidat skala besar ke negara Jepang. Di Jepang, sidat biasa dikenal dengan Unagi..

Baca juga: Irdam V Brigjen Arie Sampaikan Kabar Baik, Jatim Keluar dari Lima Besar Covid-19

Sugirah mengungkapkan, Dam Limo merupakan salah satu tempat ladangnya ikan. Potensi yang besar tapi juga harus diimbangi pembangunan sumber daya manusia yang memadai. “Ketika ada potensi ikan oling atau apapun kalau tidak dibarengi dengan SDM yang unggul maka itu tidak akan bisa berkelanjutan dan berkembang dengan baik. Ini tugas kita bersama mencetak generasi pembudidaya ikan yang baik,” katanya.

Sri Wahyuni, salah satu pemilik lapak kuliner oling mengaku satu porsi ungkep oling gulung koming cukup dengan 35 ribu rupiah sudah termasuk nasi, lalapan dan sambal.

"Kami sudah ambil irisan setelah dipotong-potong lalu dimasukkan ke air hangat sebentar kemudian dipepes dan diungkep memakai serundeng laos," jelasnya.

Baca juga: Mandi Sambil Mencari Kelapa Hanyut, Bocah ini Hilang Terseret Arus Sungai Bagong

Sri menambahkan, sebelum pandemi mampu terjual hingga 100 porsi per hari atau tujuh kilo. Namun pada saat pandemi hanya mampu menghabiskan dua kilo. "Saya senang dengan festival ini, karena orang akan mulai datang kemari lagi. Nambah omset tentunya,” imbuhnya.

Salah satu pengunjung festival, Putri mengungkapkan tempat ini adalah langganan berkuliner karena nyaman dengan suguhan pemandangan sungai dan sawah.  "Biasanya saya ke sini setelah fun bike lalu mampir untuk makan. Dengan adanya kegiatan ini, semoga Tegaldlimo lebih dikenal orang," pungkasnya. (rtn)

Editor : Apriliana Devitasari

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru