Dear Warga Jatim, Bu Khofifah Minta Tahun Ini Masyarakat Legowo Tak Mudik Lagi

klikjatim.com
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat Jatim legowo menerima kebijakan pemerintah soal larangan mudik. Pasalnya, pandemi Covid-19 di tanah air juga tak kunjung usai.

[irp]

Baca juga: Aksi Dramatis Polres Jember Ringkus Residivis Curanmor: Kejar-kejaran 25 Km hingga Duel Celurit

"Pemerintah masih melarang mudik. Kita harus longgar hati untuk menjaga keselamatan bersama. Tolong dipatuhi aturan ini," ujar Khofifah saat ziarah di makam Agung Kyai Ageng Muhammad Besari, Ponorogo, Senin, (5/4/2021).

Seperti halnya Idul Fitri tahun lalu, lanjut Khofifah, kebiasaan masyarakat untuk bersilaturrahim dengan sanak keluarga harus ditunda dulu dan harus dilakukan secara daring.

Seiring berjalannya waktu, situasi dan kondisi pandemi Covid-19 perlahan-lahan mulai melandai. Hal itu tidak bisa dilepaskan dari berbagai macam upaya yang dilakukan pemerintah dengan membuat beberapa kebijakan seperti penerapan PSBB, PPKM mikro hingga proses vaksinasi. Tentunya, juga atas peran aktif masyarakat menjaga protokol kesehatan.

Baca juga: Topang Stabilitas Ekonomi Nasional, Pendapatan PLN Tembus Rp582,68 Triliun di Tahun 2025

"Kita bersyukur dan berterima kasih seluruh elemen melakukan berbagai ikhtiar. Meski saat ini proses penyebaran Covid-19 belum berhenti tapi sudah melandai. Vaksinasi juga terus dimaksimalkan namun tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat," terangnya.

Meski begitu, lanjut Khofifah, pemerintah tetap mengambil langkah waspada. Salah satu aktivitas mudik saat libur lebaran pun masih dilarang. Jika masyarakat diperbolehkan untuk mudik, pemerintah mengkhawatirkan terhadap penyebaran Covid-19 yang saat ini melandai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti terjadi di beberapa negara di Eropa yang kembali menerapkan lockdown, juga Filipina, Bangladesh dan India.

"Jadi, negara-negara tersebut masuk fase gelombang ketiga. Tentu kita berharap situasi yang melandai ini kita jaga, termasuk vaksinasi kita maksimalkan, menjaga jarak serta menggunakan masker dengan benar," jelas Khofifah.

Baca juga: Hadapi Tantangan Geopolitik Global, Wamenaker Tekankan Penguatan SDM Maritim Berbasis SKKNI

Sementara itu, meski mudik Idul Fitri tahun ini tidak diperbolehkan pemerintah, Khofifah menegaskan ibadah shalat tarawih dan sholat Ied diperbolehkan tetapi dengan mentaati prokes, salah satunya menjaga jarak secara aman. "Harus ada tim satgas covid-19 di musholla dan masjid sehingga ketika menjalankan sholat tarawih, termasuk sholat Ied terjaga protkes dengan baik," tegasnya.

Lebih lanjut Khofifah menambahkan, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 7 tahun 2021, PPKM Mikro akan kembali diberlakukan mulai 6 hingga 19 April 2021. "Terdapat perluasan wilayah pada PPKM mikro kali ini. Jika sebelumnya hanya 7 hingga 10 provinsi, saat ini , diperbanyak menjadi 20 provinsi," tandasnya. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru