KLIKJATIM.Com | Surabaya – Pemerintah Provinsi (pemprov) Jawa Timur (Jatim) membantah telah memakai dan mempekerjakan buzzer. Hal itu ditegaskan oleh Plh Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono usai Gubernur Khofifah trending di Twitter, Minggu (4/4/2021) kemarin.
[irp]
"Sekali lagi saya ingin tegaskan bahwa Grahadi (Pemprov Jatim, red) tidak pernah memanipulasi percakapan di platform media sosial manapun. Kami juga tidak pernah menganggarkan untuk menggerakkan buzzer," tegas Heru.
Gubernur Khofifah sendiri, kata Heru, mengaku kaget saat dirinya diberitahu menjadi trending topic di Twitter. Terlebih percakapan yang trending tersebut berpola dan seperti mengikuti satu instruksi.
Baca juga: PLN UP2B Jawa Timur Gandeng Media Perkuat Pemahaman Publik tentang Pengelolaan Sistem Kelistrikan
Menurutnya, bahkan Gubernur Khofifah juga tidak pernah menginstruksikan siapapun untuk memanipulasi percakapan di media sosial.
"Jadi isinya petikan-petikan isi berita dan statement, namun tidak jelas apa yang dimaksud. Inilah yang mengakibatkan netizen menuding Grahadi menggerakkan buzzer. Padahal kami sendiri tidak tahu siapa dirigennya," imbuhnya.
Baca juga: Blitar BerStylo Bersama: Pererat Kebersamaan Pengguna New Honda Stylo 160
"Kami tidak ingin berspekulasi siapa pelakunya. Mungkin orang iseng yang ingin menjatuhkan kredibilitas Gubernur Khofifah. Tapi yang pasti, kami tidak pernah mempekerjakan buzzer untuk pencitraan Gubernur Khofifah," tambah Heru.
Seperti diketahui, 'Gubernur Khofifah' kembali menjadi trending topik di platform media sosial Twitter. Saat ditelusuri, mayoritas akun yang mencuitkan 'Gubernur Khofifah' adalah akun-akun baru yang baru bergabung di bulan Januari 2021 dengan jumlah follower atau pengikut kurang dari 100. (nul)
Editor : Redaksi