KLIKJATIM.Com | Surabaya - Saat ini pemerintah fokus dan terus berupaya menjaga momentum pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Caranya dengan mengakselerasi berbagai program yang telah digulirkan seperti pemberian bantuan sosial, Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) lewat dukungan beragam kebijakan fiskal dan moneter.
[irp]
Baca juga: Apresiasi Loyalitas, MPM Honda Jatim Siapkan 6 Unit Honda PCX160 Khusus untuk Konsumen Banyuwangi
Wakil Gubernur (Wagup) Jatim, Emil Elestianto Dardak pun merespon dengan berupaya mendorong dan mengajak seluruh pengusaha di Jatim untuk terus bangkit dan tumbuh rasa optimisme. Termasuk pemangku kebijakan dan stakeholders lainnya.
"Optimis untuk investasi, keyakinan untuk menggenjot. Kalau semua punya keyakinan pasti akan jalan. Kuncinya cuma satu, yakni terus optimis," ujar Emil pada Kamis (1/4/2021) lalu.
Untuk mewujudkan keinginan itu, Emil pun mengajak semua pihak dapat membangun keselarasan bersama. Mulai dari stakeholder, pemangku kebijakan terkait percepatan PEN, serta pengusaha.
Baca juga: Sinkronisasi Pusat: Khofifah Pastikan WFH ASN Pemprov Jatim Berlanjut, Jadwal Geser ke Hari Jumat
"Pemerintah pusat baik dari kebijakan fiskal atau anggaran maupun moneter baik sektor perbankan atau OJK diarahkan untuk menggenjot. Artinya, suku bunganya dibuat rendah, likuiditas dibuat tinggi, ketersediaan uang, pemerintah dibuat belanja dan memberikan dukungan," kata Emil.
Dia menegaskan, peran semua pihak mulai dari pemerintah, stakeholders dan pengusaha diharapkan dapat berjalan bersama. "Momen ini pengusaha bisa bertemu secara langsung dengan Wamenkeu, Deputi Gubernur BI, Perwakilan DPR RI. Ini kesempatan pengusaha untuk bisa bertanya langsung, apa sih sebenarnya arah dari kebijakan pemerintah pusat," terangnya.
"Layaknya orchestra yang harus bersamaan untuk mengeluarkan nada, momen ini sama seperti itu. Semua pihak harus berjalan bersama-sama untuk percepatan PEN," imbuhnya.
Baca juga: Perkuat Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Kini Miliki 17 TUK Astra Honda Berstandar Industri
Menurut Emil, sektor yang menjadi prioritas dalam percepatan PEN kali ini adalah sektor manufaktur. Karena sektor tersebut menjadi penyumbang ekonomi terbesar di Jatim yaitu sebesar 30 persen. Diperkirakan perekonomian Jatim pada 2021 tumbuh dikisaran 4,75-5,3 persen year on year (yoy).
"Karena manufaktur yang baik akan mendukung sektor lain. Kalau ada barangnya, maka akan ada pasarnya, ada pedagangnya, akan memberi makan untuk logistik. Nah, inilah yang kita harapkan. Kalau kita bisa memproduksi barang yang laku di pasaran akan menimbulkan multiplayer effect," pungkasnya. (nul)
Editor : Redaksi