KLIKJATIM.Com | Gresik - Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik, akhirnya memberikan sanksi pemberhentian sementara kepada oknum juru parkir (jukir), yang melakukan pemukulan terhadap seorang pengendara di kawasan Alun-alun Gresik Kota, Rabu (13/11/2109) kemarin. Tepatnya di depan kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil).
Oknum jukir tersebut diketahui bernama Muhammad Abdullah, warga Kelurahan Lumpur, Gresik. Karena tindakannya, Duwo---sapaan akrab Muhammad Abdullah---pun harus diliburkan sebagai petugas parkir selama seminggu ke depan.
Baca juga: Perkuat Semangat Kebersamaan Iduladha, MPM Honda Jatim Salurkan Puluhan Hewan Kurban
[irp]
Kepala Dishub Gresik, Nanang Setiawan mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan Kasi Parkir, Saifullah untuk menindaklanjuti. Salah satunya dengan melakukan pembinaan kepada oknum jukir tersebut.
"Sementara ini hanya pembinaan dan diliburkan selama seminggu. Jika nanti jukir kembali berulah, maka akan ada sanksi yang lebih tegas lagi," kata Nanang, Kamis (14/11/2019).
Dengan diliburkannya Duwo, maka jukir di depan Kantor Disdukcapil Gresik akan digantikan oleh petugas parkir yang lain terlebih dahulu. Penggantinya sementara adalah Settu, (32).
Baca juga: Jelang Iduladha, Khofifah Sidak Pasar Bojonegoro: Harga Bawang Merah Tembus Rp45 Ribu per Kilogram
Sementara itu, insiden pemukulan yang sempat dibawa ke kepolisian setempat berakhir damai. Bahkan, jukir berusia 32 tahun ini sudah meminta maaf atas tindakannya kepada korban.
[irp]
"Setelah upaya mediasi oleh Sabhara (Samapta Bhayangkara) Polres Gresik, akhirnya ada kesepakatan perdamaian dan saling memaafkan di antara para pihak," jelas Kasubbag Humas Polres Gresik, AKP Hasyim Asy'ari.
Baca juga: Keren! Kemiskinan Ekstrem Jawa Timur Tersisa 0,29 Persen, Jauh di Bawah Rata-Rata Nasional
Terpisah, ditambahkan oleh Jukir, Supri yang merupakan rekan Duwo, bahwa temannya itu memang kerap ngomel-ngomel sendiri. Apalagi pada saat mengetahui pengendara kurang tertib dalam memparkir sepeda motor atau mobil.
"Jadi kejadian kemarin itu sekitar pukul 06.30 Wib, suasana (lalu lintas) sedang macet. Kemudian Duwo menyuruh pengendara pindah, tapi tidak mau sehingga (Duwo) langsung emosi dan memukulnya," menurut Supri kepada Klik Jatim. (iz/nul)
Editor : Redaksi