KLIKJATIM.Com | Banyuwangi – Vaksinasi Covid-19 kepada warga lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas di Kabupaten Banyuwangi mulai dilaksanakan. Kali ini pelaksanaan vaksinasi tersebut bertempat di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pelayanan Sosial Lansia Banyuwangi, Krikilan, Glenmore.
[irp]
Baca juga: Apresiasi Loyalitas, MPM Honda Jatim Siapkan 6 Unit Honda PCX160 Khusus untuk Konsumen Banyuwangi
“Alhamdulillah berjalan lancar berkat kerja keras dari tenaga kesehatan, serta pengelola layanan sosial,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di UPT setempat.
Pelaksanaan vaksinasi di UPT ini sebagai upaya Pemkab Banyuwangi, melakukan jemput bola ke bawah. Dan semua prosedur vaksinasi pun ditaati sesuai ketentuan.
”Kalau soal prosedur kita harus taat. Ada verifikasi data, pemeriksaan kesehatan fisik, lalu divaksin, pencatatan dan tetap harus menunggu untuk melihat (observasi) apakah ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) atau tidak. Juga disediakan ambulans,” terangnya.
Baca juga: Sinkronisasi Pusat: Khofifah Pastikan WFH ASN Pemprov Jatim Berlanjut, Jadwal Geser ke Hari Jumat
Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk juga berpesan kepada para lansia dan penyandang disabilitas agar selalu menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Juga diimbau tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).
“Saya berpesan khusus kepada petugas kesehatan, agar benar-benar memantau kondisi para lansia tersebut pasca vaksinasi,” tandas Ipuk.
Baca juga: Perkuat Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Kini Miliki 17 TUK Astra Honda Berstandar Industri
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Banyuwangi, dr Widji Lestariono menambahkan, layanan jemput bola kali ini bertujuan memudahkan para warga lansia dan penyandang disabilitas. “Ke depan, kami masih menunggu datangnya vaksin dari pusat. Pada tahap awal ini, kami memulai di UPT Pelayanan Sosial lansia, sekaligus sebagai wujud kampanye bahwa vaksin aman dan halal, termasuk untuk lansia,” ujarnya.
“Rencananya akan kami buat klaster-klaster agar warga lansia dan penyandang disabilitas tidak perlu jauh-jauh ke Puskesmas. Kami akan setting tempat di sekitar rumah lansia, karena proses vaksin kan harus melalui tahap empat meja. Bisa di rumah warga yang halamannya luas, lalu kami jemput warga lansia dan penyandang disabilitas untuk datang,” imbuh Rio, sapaan akrabnya. (nul)
Editor : Apriliana Devitasari