KLIKJATIM.Com | Gresik – Terobosan Petrokimia Gresik sebagai perusahaan solusi agroindustri sekaligus anggota holding Pupuk Indonesia, terus dilakukan. Kali ini perusahaan meresmikan kebun budidaya sayur dan ikan sebagai salah satu langkah dalam menguatkan konsep Masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik (PG) berwawasan lingkungan, Kamis (7/11/2019) kemarin.
Direktur Utama (Dirut) PG, Rahmad Pribadi menjelaskan, kebun budidaya ini menjadi wujud nyata kinerja Petrokimia Gresik, melalui takmir masjid dalam memaksimalkan sumber daya yang ada untuk mendukung konsep eco-masjid. Menariknya lagi, pengairan kebun budidaya telah memanfaatkan air bekas wudhu jamaah masjid.
Baca juga: MPM Innovation Day 2026: Perkuat Budaya Inovasi melalui Tema Think Beyond The Frame
“Air bekas wudhu para jamaah ditampung dalam sebuah bak penampungan, kemudian dialirkan melalui instalasi pipa untuk mengairi tanaman penghijauan, kolam ikan serta diteruskan ke kebun sayuran,” terang Rahmad.
Menurutnya, kebun budidaya ini juga dibangun di atas lahan bekas pembuangan sampah. Sehingga perusahaan benar-benar mampu mengoptimalkan sumber daya, yang selama ini terbuang dan disulap menjadi fasilitas memiliki value.
[irp]
Dan melalui kebun budidaya ini, masjid memperoleh pendapatan dari hasil panen sayur maupun ikan. Selain itu, juga dapat menjadi sarana belajar bagi marbot masjid dan abang becak tentang budidaya pertanian. Sehingga memiliki fungsi sebagai media untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Masjid Nurul Jannah.
Sebagai informasi, lanjut Rahmad, Masjid Nurul Jannah memiliki fasilitas ‘Pondok Abang Becak’ untuk tempat tinggal. Mereka adalah warga pendatang yang mengais rezeki di sekitar masjid dan perusahaan serta tidak memiliki tempat tinggal.
Baca juga: JPE Tantang Gresik Phonska Plus di Grand Final Proliga 2026 Usai Tekuk Popsivo
Kebanyakan dari abang becak adalah petani di kampung halamannya. Maka, perusahaan juga memfasilitasi kemampuan mereka bercocok tanam dengan menyediakan kebun budidaya sayuran dan ikan.
Rahmad menjelaskan, Masjid Nurul Jannah selama ini memang sudah dikenal sebagai eco-masjid. Salah satu konsep eco-masjid terlihat pada desain bangunan.
“Desain masjid ini benar-benar menyesuaikan dengan kondisi iklim tropis, jamaah bisa tetap merasa sejuk meskipun tidak menggunakan AC (Air Conditioner). Arsitektur masjid bergaya Jawa ini mampu menghemat energi, dan dapat meminimalisasi emisi freon yang dapat merusak ozon,” papar Dirut PG tersebut.
[irp]
Baca juga: Perum Jasa Tirta I Buka Lowongan Untuk Posisi Berikut Ini
Kompleks Masjid Nurul Jannah juga semakin rindang dengan adanya berbagai tanaman penghijauan. Mulai dari halaman, tempat parkir hingga sejumlah fasilitas bangunan masjid lainnya. Dan langkah-langkah ini memperkuat konsep Masjid Nurul Jannah sebagai masjid berawawasan lingkungan.
Di tempat yang sama, Ketua Takmir Masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik, Rohmad menjelaskan, pihaknya ingin mejadikan Masjid Nurul Jannah sebagai masjid yang bermanfaat bagi keluarga besar Petrokimia Gresik dan masyarakat sekitar melalui berbagai inovasi atau terobosan.
Ia juga menerangkan, bahwa keberhasilan inovasi yang selama ini dilakukan takmir Masjid Nurul Jannah berkat dukungan dari Manajemen Petrokimka Gresik. Sehingga mampu menjadikan masjid yang berwawasan lingkungan, serta dapat memberikan manfaat lebih banyak lagi. (nul/rtn)
Editor : Redaksi