KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor (Gus Muhdlor) optimis, upaya menciptakan 100 ribu lapangan tenaga kerja baru di Kota Delta bisa terwujud.
[irp]Hal itu dikatakan Gus Muhdlor saat membuka Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK Yayasan Pendidikan Maarif (YPM) 8 Sidoarjo, Rabu (17/3/2021) pagi. “Kami optimis angka tersebut bisa terealisasi karena ada hitungan yang jelas. Tentunya hal tersebut harus didukung semua pihak. Salah satunya lewat bursa kerja khusus seperti ini. Peningkatan mutu diri juga harus ditambah untuk meningkatkan daya saing,” tutur Gus Muhdlor.
Baca juga: HMI Dukung Pemkab Sidoarjo Tertibkan Penjualan Miras dan Cegah Penyebaran HIV/AIDS
Meskipun demikian, Ia tidak menampik terdapat kendala seperti UMK Sidoarjo yang cukup tinggi. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sidoarjo juga menjadi ganjalan karena belum selesai. Hal tersebut membuat investasi yang masuk ke Sidoarjo melambat.
Putra Pengasuh Pondok Pesantren Progresif Bumi Salawat Agoes Ali Mashuri ini mendorong warga Sidoarjo untuk terus mengupgrade diri agar bisa bersaing di perusahaan atau menciptakan usaha sendiri.
“Bursa kerja khusus ini bertujuan mengarahklan para siswa SMK untuk melanjutkan ke dunia kerj, sekaliogus memetakan dimana mereka akan bekerja nantinya,” imbuh Gus Muhdlor.
Baca juga: DPRD dan Pemkab Sidoarjo Setujui Perubahan KUA PPAS 2026
Ia juga menekankan, peserta berprestasi saat mengikuti pelatihan yang diadakan di setiap kecamatan oleh Dinas Tenaga Kerja, dibekali alat kerja agar mereka bisa mandiri bahkan bisa menyerap tenaga kerja. Selain itu dinas terkait diharapkan terus mendampingi mereka.
Sementara itu Kepala Sekolah SMK YPM 8 Sidoarjo, Kisyanto mengatakan, memang seharusnya setiap SMK mempunyai Bursa Kerja Khusus, agar pengembangan para murid SMK tidak hanya di Sidoarjo saja namun sampai ke luar negeri. “Bulan depan, kami akan mendatangkan personel Hamaren Foundation dari Jepang. Kami berharap, agar siswa SMK bisa bekerja sambil kuliah fast track di sana,” harapnya.
Ia melanjutkan, hanya 3 persen sampa 5 persen siswa SMK yang berkeinginan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi umum, sedang sisanya ingin langsung bekerja atau berwira usaha sendiri.
Baca juga: Dugaan Pencemaran Limbah Lippo Plaza Disorot DPRD Sidoarjo, Dokumen Perizinan Diminta
“Kita juga terus menjalin hubungan dengan para pengusaha agar peluang tetap terbuka bagi para lulusan SMK. Tidak hanya siswa dari Sidoarjo saja, namun SMK seluruh Jawa Timur. Kami juga terus menjalin komunikasi dan memantau para lulusan hingga lima tahun ke depan. Karena dari mereka juga, kami bisa memantau informasi lowongan kerja untuk para siswa SMK yang baru lulus,” imbuh Kiswanto. (bro)
Editor : Satria Nugraha