KLIKJATIM.Com | Lamongan - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi terus berupaya mengatasi penanganan banjir di Kabupaten Lamongan yang sudah menjadi program prioritas dalam waktu dekat. Salahsatunya dengan berdiskusi dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa di Gedung Grahadi, Selasa (16/3/2021).
[irp]
Baca juga: Gubernur Khofifah Resmikan Sarana Fasilitas Penunjang SMAN Taruna Madan
Dalam pertemuan itu Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan sejumlah data perkembangan banjir wilayah Lamongan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa. Menurut Yuhronur, saat ini telah dilakukan penanganan banjir di beberapa titik yang tergenang selama dua bulan.
Pernyataan Yuhronur tersebut disambut baik oleh Khofifah Indarparawansa, menurutnya hal tersebut telah dibahas secara spesifik lintas instansi.
“Kami sudah membahasnya secara spesifik, penyelesaian banjir per titik akan dilaksanakan bersama lintas oinstansi. Termasuk permasalahan tanggul, saluran irigasi, dan jalan lepas dari itu kewenangan kabupaten, propinsi maupun nasional. Karena banjir berimbas pada perekonomian,” ungkap Khofifah Indar Parawansa seperti dikutip Yuhronur.
Lebih lanjut Yuhronur mengungkapkan, selain banjir juga telah diusulkan pembangunan jalan Ruas Sukodadi-Banjarwati pada Pemerintah Provinsi. Terkait dengan Ring Road Utara yang sudah dicanangkan sejak Bupati Masfuk, saat ini sudah masuk pada tahap pembebasan lahan.
“Pembebasan lahan untuk pembangunan Ring Road Utara Lamongan saat ini tinggal pembebasan lahan seluas 4,5 hektar dengan anggaran dana kurang lebih Rp 60 miliar,” jelas Bupati Yuhronur.
Baca juga: Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Banjarsari Gresik
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga mengapresiasi bidang pertanian Kabupaten Lamongan yang merupakan sektor unggulan penopang lumbung padi nasional. Khofifah menjelaskan terkait ketersediaan pupuk, pihaknya telah menyampaikan kepada Presiden Jokowi. Adapun terkait dengan rencana impor beras, Khofifah mengatakan hal tersebut secara psikologis memang berpengaruh pada harga. "Namun itu hanya untuk stok saja untuk pengamanan ketahanan pangan," tuturnya. (mkr)
Editor : Abdul Aziz Qomar