Memprihatinkan, Plafon Sekolah Negeri di Surabaya Ambruk

klikjatim.com
Anggota DPRD Kota Surabaya Aning Rahmawati saat mengunjungi SDN Gadel 2 Surabaya (Niam Kurniawan/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com  | Surabaya - Beberapa waktu lalu plafon di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gadel 2 di Jalan Gadel Sari Madya, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya ambrol. Ada beberapa siswa dan seorang guru yang tertimpa meskipun tidak mengalami luka serius. Saat ditinjau anggota DPRD Kota Surabaya, kondisinya sangat memprihatinkan. Sebab, selain plafon jatuh ternyata dinding ada yang retak.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati langsung ke lokasi usai mendengar kabar ambruknya plafon salah satu SDN tersebut. "Kejadiannya memang sudah sekitar dua hari yang lalu, tetapi ini tetap perlu atensi agar tidak mencelakai orang lagi," ujarnya saat ditemui Klikjatim.com di lokasi kejadian.

Baca juga: Apresiasi Loyalitas, MPM Honda Jatim Siapkan 6 Unit Honda PCX160 Khusus untuk Konsumen Banyuwangi

[irp]

Dia menambahkan, ada beberapa laporan terkait ambruknya plafon di SDN Gadel 2. Salah satunya adalah tentang penyebab kejadian yang membahayakan tersebut. Menurut beberapa orang yang ada di lokasi, konstruksi bangunan ada yang tidak sambung.

"Secara konstruksi memang sudah bagus, namun antara bangunan lama dan yang baru itu tidak menyatu. Sehingga plafonnya itu ambrol karena keretakan konstruksi bangunan lama dengan baru,’’ tuturnya.

Baca juga: Sinkronisasi Pusat: Khofifah Pastikan WFH ASN Pemprov Jatim Berlanjut, Jadwal Geser ke Hari Jumat

Saat meninjau lokasi, Aning Rahmawati juga menemukan ketidakcukupan ruang kelas dibandingkan dengan jumlah rombongan belajar siswa. "Ada 9 ruangan kelas di sini, tetapi rombongan belajar ada 12. Terpaksa kelas satu dan dua pulang lebih awal," imbuhnya.

Menurut Aning hal tersebut jelas tidak layak dan menyalahi aturan terkait jam pelajaran. "Kalau dibiarkan terus, akan banyak materi yang tidak tersampaikan dengan baik," jelasnya.

[irp]

Baca juga: Perkuat Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Kini Miliki 17 TUK Astra Honda Berstandar Industri

Mengenai kejadian tersebut, DPRD Kota Surabaya berkomunikasi dengan Dinas Cipta Karya Kota Surabaya. Namun, pihak cipta karya mengatakan masih menunggu dari Dinas Pendidikan Koata Surabaya untuk dapat melaksanakan pembangunan di sekolah tersebut.

‘’Ini akan saya tindaklanjuti dengan melihat prioritas pembangunan Kota Surabaya dan melihat pada APBD 2020," pungkasnya. (nk/bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru