Kematian Covid-19 Magetan Masih Tinggi, Warga Diharap Tak Takut Periksakan Gejala ke Puskesmas

klikjatim.com
Ilustrasi pemakaman Covid-19

KLIKJATIM.Com I Magetan  – Case fatality rate (CFR) Covid-19 Kabupaten Magetan lebih tinggi dibanding rata-rata nasional, delapan persen per 26 Februari 2021. Tingginya angka kematian tersebut terus terjadi hampir sebulan terakhir.

[irp]

Baca juga: Malam Pergantian Tahun di Lamongan, Pak Yes Ajak Masyarakat Berefleksi Lewat Sholawat

“Usaha konkritnya adalah mendorong masyarakat untuk mau berobat ke puskesmas ketika masih mengalami gejala ringan,” kata Agus Yudi Purnomo, Epidemiolog Dinas Kesehatan Magetan seperti dikutip dari beritajatim.com, Sabtu (27/2/2021).

Selama ini, jika masih terus ada kasus meninggal, kemungkinan besar masih akan terus bertambah. Menurutnya, angka kematian disebabkan karena kini masyarakat banyak yang datang ke rumah sakit saat kondisi sudah memburuk. “Akibatnya, penanganan pun jadi terlambat. Hingga, ada yang tidak bisa diselamatkan,” ujar Agus.

Dia menjelaskan, 23 pasien meninggal di RSUD Sayidiman Magetan bukan merupakan rujukan puskesmas. Mereka masuk ke rumah sakit ketika sudah mengalami gejala yang cukup berat. Sementara, sebelumnya beristirahat di rumah. Sehingga, ketika kondisi sudah cukup parah, baru membutuhkan perawatan. masyarakat diharapkan tidak merasa was – was saat berobat ke puskesmas.

Baca juga: Awal Tahun 2026: 2.300 Penumpang Padati Stasiun Bojonegoro dalam Setengah Hari

“Ini PR besar bagi siapa saja, karena kita sudah hampir setahun berdampingan dengan pandemi, tapi kesadaran dan kewaspadaan masih belum maskimal,” imbuhnya.

Dia menyatakan kalau tenaga kesehatan tingkat desa kini mencatat pasien – pasien yang memiliki penyakit comorbid maupun yang berisiko. Selain bsia mempercepat penanganan dan mengoptimalkan pengawasan.

Baca juga: Tarif Listrik Triwulan I 2026 Tidak Naik, PLN Tegaskan Komitmen Jaga Keandalan Layanan

“Sehingga, jika kondisi tak kunjung membaik, bisa segera menjalani perawatan di RS. Ini pun sifatnya wajib, jadi tiap desa kan ada penanggung jawabnya,” pungkasnya. (ris)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru