Baca juga: Tanggul Sungai Sadar Jebol, Sebagian Wilayah Mojokerto Tergenang
Dengan begitu, kata dia, pembangunan utamanya untuk pengembangan ekonomi akan disesuaikan dengan potensi yang dimiliki oleh masing-masing desa.
"Pembangunan nanti terutama untuk perkembangan perekonomian kita akan sesuaikan dari masing-masing potensi desa yang ada di Kabupaten Mojokerto," jelasnya.
Menurutnya, desa satu dengan yang lainnya tidak bisa disamakan. Sebab, dari total 299 desa yang ada di Kabupaten Mojokerto memiliki potensi yang berbeda-beda. Begitupun dengan 5 kelurahan yang ada.
"Sehingga nanti akan kita lakukan spesifik sesuai dengan potensinya masing-masing, tetapi kita akan melakukan secara terpadu dan harmoni," tutur Ikfina.
Ia juga meminta kepada seluruh masyarakat Mojokerto doa dan dukungan agar bisa menjalankan tugas-tugasnya ke depan. Apalagi, terkait penanganan dampak dari pandemi Covid-19.
"Mohon support dan dukungannya untuk kami berdua supaya bisa melaksanakan tugas-tugas kami ke depannya dengan sebaik-baiknya. Banyak PR yang harus kita selesaikan terutama terkait dengan dampak dari Covid-19," pintanya.
Ia juga menyampaikan, tidak hanya soal pandemi Covid-19, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga meminta agar mewaspadai cuaca ekstrem yang belakangan kerap melanda wilayah Jatim, khususnya di Kabupaten Mojokerto.
"Berikutnya kita akan segera melakukan pemetaan terkait dengan permasalahan dan potensi yang bisa kita lakukan untuk penyelesaiannya baik dari segi pemerintahan maupun dari segi sumber daya dan sumber daya manusia di Kabupaten Mojokerto," tandasnya. (ris)
Baca juga: Angin Kencang Disertai Hujan Rusak 8 Rumah di Mojokerto
Baca juga: Sengat Pejalan Kaki Hingga Pingsan, Petugas Damkar Mojokerto Pindahkan Sarang Tawon Vespa
Editor : Redaksi