Belajar Sejarah Hidup dari Adik Pramoedya Ananta Toer

Reporter : Wahyudi

KLIKJATIM.Com I Lamongan – Sastrawan Soesilo Ananta Toer hadir di Lamongan hari ini. Adik sastrawan tersohor Pramoedya Ananta Toer menjadi nara sumber utama kajian literasi yang digelar Komunitas Kajian Blangkon Songo.

“Soesilo Toer merupakan salah satu orang yang pernah merasakan zaman ke zaman perjalanan Indonesia. Belajar dari beliau atas semangat beliau hingga saat ini,” kata koordinator II  Komunitas Kajian Blangkon Songo, Dimas Arfiansyah, kepada KLIKJATIM.Com.

Soesilo Ananta Toer sempat mengenyam bangku perkuliahan di UI (Universitas Indonesia) mengambil jurusan Ekonomi.

[irp]

Lantara terkendala biaya Soes begitu dia disapa akhirnya memutuskan untuk pindah ke Akademi Keuangan Bogor dan menyelesaikan studi diplomanya. Soes kemudian melanjutkan studi pasca-sarjana dan doktoral dirusia.

Gelar pasca-sarajana didapat dari Fakultas Ekonomi dan Politik Universitas Petrice Lumumba serta gelar doktoral dari Institut Perekonomian Rakyat Plekhanov dalam bidang Ekonomi dan Politik.

Beliau lulus dengan predikat Cum Laude, atau sangat baik. Namun sepulang dari Rusia bukan sambutan. Sebaliknya pemerintah kala itu menjebloskan ke penjara dengan dalih memiliki hubungan dengan Partai Komunis.

Saat ini, sehari-hari Soes beraktifitas sebagai pemulung, serta mengelola penerbitan Pataba Press, beliau juga sempat menerbitkan zine (Buletin Independen).  “Soesilo Ananta Toer adalah Penulis Buku, Pegiat Literasi, Sastrawan dan Adik dari Seorang Sastrawan besar Pamoedya Ananta Toer,” kata Dimas.

[irp]

Lebih lanjut Dimas menjelaskan Soes merupakan salah satu orang yang pernah merasakan zaman ke zaman perjalanan Indonesia. “Belajar dari beliau atas semangat beliau hingga saat ini,” lanjutnya.

Diskusi dengan tema “Belajar dari Sejarah Hidup” digelar hari ini  Sabtu, 26 Oktober 2019 pukul 09.00 Wib, bertempat di Gedung Dinas Perpustakaan Lamongan.

Selain Soesilo Ananta Toer, turut hadir dalam diskusi ini juga Yuhronur Effendi dan Zehan Zares. Yuhronur Effendi merupakan sekretaris daerah lamongan, serta Zehan Zares sebagai representasi sastrawan dari Lamongan yang juga aktif dalam menulis buku. Diskusi ini juga bekerjasama dengan pegiat literasi se-Lamongan antara lainPenerbit Progresif, Sastrakelir, Gusdurian Lamongan, Lamongan Populer, GPAN dan Lamongan. (Syifa’ul Qulub/rtn)

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru