Korban Tawuran Antar Geng di Surabaya Diduga Mabuk dan Dua Tersangkanya Ternyata Adik-Kakak

klikjatim.com
Polisi menunjukkan pelaku tawuran antara geng yang tertangkap

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Kasus tawuran bocah di Surabaya memunculkan sejumlah fakta baru. Dua tersangka yang sudah diamankan polisi, MA (17) dan RPP (16) ternyata merupakan kakak-adik.

Baca juga: Pria Asal Madiun Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 20 Hotel di Surabaya

[irp]

Dua tersangka yang masih duduk di bangku SMK itu turut mengeroyok korban MDS (16) menggunakan balok kayu dan batu di Jalan Dupak Rukun depan Pasar Loak Baru, Surabaya pada Senin (8/2/2021) dini hari.

Kapolsek Asemrowo Kompol Hary Kurniawan mengungkapkan, dari pengakuan dua tersangka tersebut, ada sekitar dua hingga empat orang lagi yang melakukan pengeroyokan terhadap korban. Sementara teman lain hanya melihat saja.

Polisi sendiri, saat ini tengah memburu salah satu pelaku yang membawa senjata tajam dan melukai korban. "Kami sudah kantongi identitas yang menganiaya, sebaiknya mereka menyerahkan diri. Kalaupun tidak, pasti akan kami tangkap," beber Hary.

Sedangkan kedua tersangka ini tergabung dalam Genggaman Barisan Tanpa Pemimpin (BTP). Dan, keduanya diajak oleh salah satu kelompok berbeda yang memang sebelumnya sudah chat dengan korban untuk menantang berkelahi. Hingga akhirnya puluhan pelaku yang berasal dari geng berbeda menyerang korban dan temannya.

"Sebanyak 20 pemuda ini semua anak di bawah umur. Mereka dari kelompok berbeda pengakuannya gabungan BTP, Populer, dan Narkoboy," jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil penyidikan, diduga malam sebelum kejadian tersebut korban bersama temannya sempat pesta miras. Setelah itu, korban bersama dua temannya menuju ke lokasi Jalan Dupak Rukun untuk memenuhi tantangan.

Baca juga: Petugas Kebersihan Temukan Mayat Pria di Kamar Mandi Taman Bungkul Surabaya

"Kemungkinan korban ini mabuk sehingga tidak bisa melarikan diri hingga akhirnya dikeroyok. Dua teman korban berhasil melarikan diri saat mengetahui ada banyak orang yang hendak dihadapi," ujarnya.

Menurut pengakuan MA, ia hanya ikut-ikutan saja lantaran diajak teman. Dia mengaku jika memang sering tawuran dan tidak bisa memperkirakan jumlahnya karena terlalu sering.

Setiap tawuran, diakuinya selalu membawa senjata baik itu kayu maupun sajam. Sedangkan untuk mencari musuh biasanya di media sosial. "Saling menantang saja, kalau tempat tawuran biasanya disepakati bersama," akunya. (rtn)

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru