13 Tahun TKW Asal Tulungagung Tak Ada Kabar, Ibunya Meninggal Tak Pulang, Kini Suami dan Anak Sedang Mencarinya

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Tulungagung—Seorang TKW asal Tulungagung telah 10 tahun lebih tak pulag dan tak ada kabar. Bahkan, Saat orang tuanya meninggal juga tak pulang. Kini suami dan anak TKW yang ditinggalnya sejak sekolah TK itu sedang mencarinya.

[irp]

Baca juga: Buka Pintu Bagi Warga Sekitar, Daycare Petrokimia Gresik Raih Apresiasi dari Menteri PPPA

Ceritanya, seorang anak yang bernama Erliyana Kusumawati tak pernah menemukan ibunya kembali yang bernama Ratri Handayani atau Tutik. Pasalnya, sang ibu telah lebih dari sepuluh tahun atau tepatnya 13 tahunan tak pernah balik ke rumahnya lagi.

"Hingga kedua orang tunya meninggal, dia tidak pernah pulang," kata suami Tutik, Sugeng Priono, warga Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung.

Saat pertama meninggalkan rumah dan pamit merantau, Tutik disebut Sugeng pergi ke Malaysia. "Kalau awalnya di Malaysia. Tapi ada yang tahu dia di Hongkong. Setelah saya ungkap hal ini dan viral di sana, seharusnya malu," ujarnya.

Baca juga: Antrean Pertalite Mengular di Sumenep, Bupati Fauzi Minta Warga Kurangi Perjalanan Tak Mendesak

Karena buntu mencari informasi, Sugeng pernah memposting  curaham hatinya dan dimuat di salah satu media online Suara BMI. "Belum genap setahun di Malaysia, putus kontak hingga kedua orang tuanya wafat," ungkapnya.

Tiga tahun lalu, ada TKW  di Hongkong mengaku sering ketemu Tutik. Namun setelah pindah majikan, dia putus kontak lagi. "Tiga tahun, lalu ada yang sering ketemu sebelum  pindah majikan. Namun, hingga kini juga tidak ada kabar," ucap Sugeng.

Karena itu, Sugeng kembali memposting hal ini ke Facebook dengan harapan agar Tutik membaca dan terketuk hati karena melihat foto pusara orang tuanya.

Baca juga: Kukuhkan Kepala BPKP Jatim, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Wujudkan Pemerintahan Bersih dan Akuntabel

Dikutip dari Suara BMI, putri Tutik yang bernama Erliyana Kusuma yang mampu menempuh pendidikan hingga masuk ke SMK Penerbangan di Malang ini tidak lelah mencari keberadaan sang ibunda.

Sejak dirinya sekolah di taman Kanak-Kanak (TK) sampai saat ini kelas 3 SMK Penerbangan Malang, tak ada kabar berita ibunya lagi. "Tolong kasih tahu ibunya kalau anaknya ingin sungkem dan minta doa restu ibunya tuk menghadapi ujian nasional agar lancar dalam menggapai impiannya," tulis Sugeng seperti ditulis jatimtimes. (ris)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru