KLIKJATIM.Com | Jakarta - Angin segar bagi klub peserta Liga 1 di Tanah Air karena kompetisi Liga 1 tampaknya bakal digulirkan lagi. Kementerian Pemuda dan Olah Raga memberi lampu hijau kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) untuk menggelar kompetisi yang sudah vakum hampir setahun ini. Namun konsep penyelenggaraanya berbeda.
[irp]
Baca juga: Jaring Talenta Muda, Askab PSSI Sampang Gelar Festival Kelompok U-10 dan U-13
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyebut , kompetisi akan menggunakan sistem gelembung. Yakni PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) sebagai penyelenggara akan melokalisasi tepat pertandingan. "Kami bersama Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan tengah berfokus untuk menyelesaikan konsep kompetisi dan turnamen pramusim Liga 1 2021 dengan sistem gelembung. Misalnya di Jawa Tengah atau Yogyakarta, karena di sana ada beberapa lapangan dan hotelnya yang juga memungkinkan," kata Zainudin Amali dalam acara Webinar tentang "Harapan Olahraga di Tengah Pandemi" di Jakarta.
DIkatakan, klub bakal memiliki kandang atau homebase yang saling berdekatan. "Hal ini untuk menghindarkan mobilitas transportasi misalnya dari klub dari luar Jawa. Itu diupayakan untuk mengurangi dampak penyebaran Covid-19," ujar dia.
Selain itu, Amali menjelaskan bahwa seluruh pemain bakal mendapat tes PCR secara berkala. Menurut dia, salah satu yang paling utama yakni pertandingan digelar tanpa penonton. Jumlah orang yang berada di stadion, menurut Amali, dibatasi hanya sebanyak 150 orang. "Sekali lagi ini tergantung dari pihak kepolisian, karena merekalah yang mereka punya kewenangan untuk memberikan izin pelaksanaan atau tidak," ucapnya.
Baca juga: Erick Thohir Apresiasi Dukungan Gubernur Khofifah untuk PSSI dan Sepak Bola Daerah
Konsep kompetisi juga sempat disampaikan perusahaan olahraga Nine Sport yang mengusulkan agar Liga 1 2021 digelar dengan sistem gelembung atau bubble system. CEO Nine Sport, Arif Putra Wicaksono, mengusulkan Kalimantan Timur menjadi lokasi penyelenggara kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia tersebut.
Arif yang berpengalaman selaku promotor acara olahraga menawarkan sistem gelembung setelah melihat sukses beberapa cabang olahraga besar. Sistem itu digunakan di kompetisi bola basket Amerika Serikat (NBA), kompetisi sepak bola Amerika Serikat (MLS) hingga tiga ajang bulu tangkis di Thailand.
"Melihat kondisi dunia dan maraknya inovasi yang terjadi di negara maju, saya sebagai pelaku bisnis sepakbola tergerak untuk ikut berpikir dan mencoba mengusulkan sebuah konsep yang sekiranya layak untuk digunakan di Indonesia," kata Arif.
Baca juga: Tutup Laga di Surajaya, Persela Lamongan Taklukan Deltras Sidoarjo 1-0
Dalam sistem gelembung itu, setiap tim nantinya akan menjalani karantina secara ketat. Mereka tak akan diperbolehkan keluar dari kawasan yang telah ditentukan agar terhindar dari Covid-19.
Selain itu, area pertandingan juga akan dipastikan steril. Dengan prasyarat itu, Arif menuturkan, Kalimantan Timur layak dipertimbangkan PSSI untuk menjadi tuan rumah kompetisi sepak bola. Tiga stadion bertaraf internasional yakni Stadion Palaran, Stadion Aji Imbut, dan Stadion Batakan bisa menjadi modal awal untuk menjadi kandang bagi setiap tim Liga 1. (hen)
Editor : Redaksi