Baca juga: Gila, Suami di Surabaya Tega Jual Istri Seharga Rp 500 Ribu
Langkah itu, kata Emil, untuk mencegah agar tidak bertambah parahnya kondisi longsor. Pihak PT Jasa Marga pun sudah memasang sheetpile sebagai dinding penyangga.
"Nah kemudian setelah dilakukan pemasangan sheetpile, tim ITS juga akan melakukan sondir tanah. Dan ternyata hasilnya sudah keluar yakni tanahnya relatif stabil," jelasnya.
Ia berharap, dengan dikerjakannya pemulihan kondisi longsornya tanah, maka dapat mempercepat lancarnya arus jalan tol.
"Karena dengan kendaraan berat bisa beroperasi maka jalur perdagangan kita kembali lancar walaupun belum optimal. Karena idealnya adalah tetap ruas ini padat dengan tiga lajur," jelasnya.
Untuk mempercepat pengerjaannya, terang Emil, pihak Jasa Marga berjanji akan menyelesaikannya hingga akhir minggu depan.
"Ada informasi dari Pak Reza dan kami menghubungi Bu Fitri yakni pihak Jasa Marga Direktur Operasional bahwasannya pengerjaan ini dilakukan intensif. Mudah-mudahan akhir minggu depan, tepatnya 9 hari dari hari ini kita bisa mengoperasikan lajur ketiga," urai Emil.
Sementara kepada para pengguna jalan tol yang melintasi lokasi longsornya sebagian ruas tanah di KM 6.200 Surabaya-Gempol, Emil mengimbau agar mereka mengikuti aturan petugas jalan tol. Sementara, pengguna jalan tol bisa menggunakan dua jalur saja.
"Karena lajur satu lagi benerin ini. Jadi mohon tertib mengikuti arahan dari petugas lalu lintas dijalan tol," terangnya.
Emil meminta agar para pengguna jalan tol bisa sedikit sabar. Dirinya pun berharap agar masyarakat ikut mendoakan agar segera diselesaikan.
Baca juga: TTL Berbagi Kebahagiaan Ramadhan bersama 141 Anak Yatim
"Kami mohon kesabarannya, karena ini agar bisa beroperasi di akhir minggu ini, minta dukungan dan doanya untuk seluruh tim Jasa Marga yang bekerja keras ini diberikan kelancaran dalam melaksanakan tugas," pungkasnya.
Untuk diketahui, longsornya ruas tanah di KM 6.200 arah Surabaya-Gempol pada Selasa (26/1) malam mengalami penurunan tanah alias longsor. Melihat peristiwa tersebut, pihak PT. Jasa Marga pun menutup sementara dengan alasan keamanan pengguna jalan.
Editor : Redaksi