KLIKJATIM.Com | Gresik - Tahun ini sektor pertanian dan agrobisnis masih memiliki prospek untuk tumbuh positif di tengah himpitan pandemi. Untuk itu PT Petrokimia Gresik (PG) sebagai perusahaan solusi agro industri terus menngmbangkan inovasi dan strategis agar bisa mencatat hasil yang baik.
[irp]
Baca juga: Petrokimia Gresik Dukung Regenerasi Dalang Muda Lewat Pagelaran Wayang Kulit
Sekretaris Perusahaan PT Petrokimia Gresik, Yusuf Wibisono menjelaskan pada 2020, total penjualan pupuk bersubsidi, pupuk non-subsidi, dan non-pupuk total sebesar 7,1 juta ton atau 108 persen dari RKAP. Sedangkan untuk kinerja keuangan, total pendapatan mencapai Rp 27,3 triliun atau 103 persen dari RKAP, dan membukukan laba Rp 1,2 triliun atau 100 persen dari RKAP (unaudited).
“Meskipun pandemi Covid 19 selama satu tahun terakhir ini melanda Indonesia namun tidak begitu memukul industri pupuk karena merupakan salah satu industri ketahanan pangan,” kata Yusuf.
“Ini akan menjadi peluang yang sangat besar bagi produsen pupuk untuk memaksimalkan penjualan pupuk non-subsidi. Begitu juga untuk kebutuhan sektor perkebunan dan ekspor, semuanya masih sangat prospektif,” paparnya.
Kendati ada peluang, tentu saja ada aral melintang yang harus dihadapi Petrokimia Gresik. Yusuf menjelaskan tantangan industri pupuk di tahun ini antara lain harga gas bumi sebegai komponenuntama bahan baku pupuk masih relatif mahal dibandingkan dengan harga yang dinikmati produsen pupuk luar negeri. Kemudian, bahan baku pupuk seperti batuan fosfat, sulfur, dan lainnya, sebagain besar impor. Hal ini tentu berhubungan dengan kurs dollar AS yang bisa mempengaruhi harga beli bahan bakunya.
Baca juga: Program Pengelolaan Sampah Petrokimia Gresik Diganjar Gold TJSL Award 2026
Adapun untuk menyikapi tantangan tersebut, Yusuf menjelaskan, akan dilakukan upaya sentralisasi sejumlah fungsi strategis yang dilakukan oleh holding Pupuk Indonesia.
"Kemudian juga peningkatan efisiensi pabrik, inovasi dengan digitalisasi, optimalisasi rantai pasok (supply chain), melakukan kerjasama pengadaan bahan baku secara jangka panjang, memperkuat promosi produk komersil," pungkas Yusuf Wibisono. (hen)
Editor : Redaksi