Capaian Pengerjaan Proyek Pengeboran Gas JTB Memuaskan, PEPC Apresiasi Dukungan Banyak Pihak di Bojonegoro

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Proyek Pengeboran Gas yang dilakukan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) di wilayah operasional Proyek Jambaran – Tiung Biru (JTB) di Kabupaten Bojonegoro mendekati masa akhir. Dalam catatan hingga periode Januari 2021, Operasional Drilling dan Rigless Completion pun berhasil bekerja dengan lebih cepat dari target.

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

"Tim Drilling PEPC berhasil menghemat waktu pengerjaan selama 56 hari. Pencapaian ini diperoleh berkat kerja sama dan kerja keras team JTB dan seluruh stakeholders, baik tenaga, pikiran maupun teknologi yang digunakan, serta berkat ridho dari Tuhan YME," ujar Direktur Utama PEPC, Awang Lazuardi, Minggu (17/1/2021).

Menurutnya, para pekerja proyek JTB telah bahu membahu bekerja dengan semboyan Spirit to Zero Accident dan berhasil mencapai lebih dari 1,6 juta jam kerja selamat. Dengan menggunakan Cyber Walking Rig Milik Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) diakui sangat efisien untuk melakukan pemboran dengan metode Batch Drilling yang direncanakan.

Capaian ini menjadi bukti bahwa Pertamina melalui para perwiranya mampu mengelola operasi drilling pada highrisk hazard secara excellence baik aspek operasi maupun HSSE. Dukungan manajemen dan seluruh stakeholders, terutama dimasa Pandemi Covid-19 juga merupakan kunci kesuksesan drilling dan rigless completion campaign ini.

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Drilling dan Rigless Completion Campign Proyek JTB juga mampu melakukan efisiensi biaya operasional sebesar 11 persen dan waktu operasional sebanyak 21 persen. Teknologi Single Trip Perforation long interval hingga 800 feet dan teknologi Smart Coiled Tubing (ACTive) Distributed Temperature Sensing (DTS) pada sumur high rate gas, dengan kandungan 8000 ppm H2S dan 34 persen CO2 yang dilakukan secara Rigless operation merupakan yang pertama kali di Indonesia dengan melibatkan 100 persen putra-putri Indonesia.

“Saya berharap teknologi ini bisa diterapkan pada operasi serupa baik di Region Subholding Upstream Pertamina lainya, maupun KKKS di seluruh Indonesia yang mempunyai kondisi operasional serupa dengan lapangan JTB,” kata Awang.

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Dia menambahkan, operasi well testing hingga rate 60 MMSCFD juga berlangsung aman dan kondusif. Semua ini terjadi karena PEPC bekerjasama dengan mitra kerja yang handal dan terpercaya, serta dukungan dari para stakeholders.

"Hal ini menunjukkan bahwa Proyek Pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru mendapatkan dukungan yang baik dari SKK Migas, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro hingga Pusat, juga masyarakat luas,” pungkasnya. (nul)

Editor : M Nur Afifullah

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru