KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Rencana pengadaan lahan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Bangil, Kabupaten Pasuruan mendapat penolakan. Salah satunya dari Kepala Desa (Kades) Raci, Kecamatan setempat, Sopyan.
"Ada tiga alasan. Di antaranya karena aset jalan, perlintasan kereta api tanpa palang pintu sehingga bisa membahayakan pelajar dan jarak antara pondok pesantren dengan sekolah yang akan didirikan," ungkap Sopyan, kepada awak media, Selasa (1/10/2019).
Baca juga: Perkuat Bank Jatim, Gubernur Khofifah Gandeng Maybank Islamic Malaysia Bangun Ekosistem Halal Global
[irp]
Dia mengaku, prinsipnya setuju terhadap program yang berkaitan dengan kemajuan pendidikan. Namun setelah adanya beberapa pertimbangan sesuai aspirasi warga, maka harus dikaji ulang dan untuk sementara dihentikan terlebih dahulu.
"Karena lokasi lahan yang diperuntukan kurang cocok untuk dibangun gedung sekolah," imbuhnya.
Baca juga: Pecahkan Rekor Sejarah! Misi Dagang Jatim di Malaysia Tembus Transaksi Rp15,25 Triliun
Adapun diketahui, bahwa rencana pengadaan lahan SMPN 4 Bangil (bukan di Kecamatan Kraton, red) terletak di Dusun Karang Panas, Desa Raci. Luasannya mencapai sekitar 4.500 meter persegi.
[irp]
Di lain pihak, Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Pasuruan, Hasbullah saat dikonfirmasi tidak memberikan banyak komentar.
Baca juga: Masyarakat Madiun Padati Honda Premium Matic Day, Jajaran Skutik Premium Jadi Primadona
"Jika ada penolakan ya akan dikaji lagi dengan seksama bersama pihak-pihak terkait. Karena prinsipnya yang kami lakukan demi memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Pasuruan," ujarnya normatif.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Pasuruan berencana akan mendirikan sekolah baru jenjang SMP. Namun setelah ada penolakan terkait lokasi, pihak DPRD setempat terpaksa menunda rencana pengadaan lahan senilai Rp 7 Miliar tersebut. (dik/roh)
Editor : Redaksi