Soal PSBB Surabaya Raya, Begini Sikap Pemkab Sidoarjo

klikjatim.com
Warga melintas di salah satu jalan yang melakukan lockdown. (ist)

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Pemerintah pusat telah menetapkan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya yang meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo. PSBB kali ini akan dimulai 11 hingga 25 Januari 2021.   

[irp]

Baca juga: Kejutan Awal Tahun: Konsumen Trenggalek Raih Honda PCX160 dalam Pengundian Program UKH

Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo M Zaini mengatakan, soal PSBB kali ini, pihaknya menunggu petunjuk teknis dari Pemrov Jatim yang akan mengelar rapat malam nanti. Namun Zaini mempertanyakan mengapa Kota Delta diberlakukan PSBB, padahal saat ini berstatus zona oranye yang artinya memiliki resiko sedang penularan covid-19.  Sedangkan daerah lain yang berstatus merah tidak ada PSBB.

"Surat edarannya, PSBB dimulai tanggal 11 hingga 25 Januari 2021. Kita masih menunggu petunjuk teknisnya. Dalam surat edaran disebutkan Surabaya Raya, padahal Sidoarjo berzona oranye sedangkan daerah lain banyak yang zona merah," terang Zaini, Kamis (7/1/2021).

Namun demikian, tutur Zaini, pemkab akan menyesuaikan karena tata kelola pelayanan publik pemerintah Sidoarjo. Namun apabila dalam aturan diterapkan WFH 75 persen bagi ASN, pihaknya merasa keberatan.

 "Kami telah melakukan koordinasi dengan OPD, kalau diterapkan WFH  75 persen, rasanya memberatan," ucap Zaini.

Baca juga: MPM Innovation Day 2026: Perkuat Budaya Inovasi melalui Tema Think Beyond The Frame

Sementara itu PJ Bupati Sidoarjo Hudiyono mengatakan, Pemkab Sidoarjo masih menunggu petunjuk format yang dibuat oleh pemerintah pusat. Karena sampai saat belum kami terima.

"Kita masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat untuk diterapkan di Sidoarjo," kata Hudiyono

Hudiyono menjelaskan, sampai saat ini perkembangan pasien covid-19 di Sidoarjo mengalami penurunan, namun tidak signifikan. Penurunannya hanya 5 persen, selain itu tingkat kesembuhan juga mengalami kenaikan. Sementara tingkat kematian tidak lebih 6 persen.

Baca juga: Innova Oleng dan Hantam Truk Trailer di Jalur Bojonegoro–Babat, Satu Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

"Kita sudah mempersiapkan, apakah itu jam malam, atau pembatasan baru total, harus dikomunikasikan terlebih dahulu dengan Forkopimda Sidoarjo. Yang terpenting ekonomi di wilayah Sidoarjo harus tetap jalan," jelas Hudiyono. (bro)

Editor : Satria Nugraha

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru