Ada Sentuhan PHE WMO,  Pantai Tlangoh dari Tempat Sampah ke Destinasi Wisata Menakjubkan  

klikjatim.com
Hamparan pasir putih menjadi keuanggulan Pantai Tlangoh Bangkalan. Kini Wisatawan pasti betah dan ingin kembali. IST

KLIKJATIM.Com I Bangkalan – Pantai Tlangoh memang sudah populer, tapi tak menjadi magnet bagi wisatawan. Kotor penuh sampah begitu kesan bagi yang pertama kali datang.  “Itu dulu, datang dan lihatlah sekarang pasti kaget dan betah,” kata Kepala Desa Tlangoh Kudrotul Hidayat.

[irp]

Baca juga: Ada Sentuhan PHE WMO,  Pantai Tlangoh dari Tempat Sampah ke Destinasi Wisata Menakjubkan  

Pantai Tlangoh Desa Tlangoh, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan kini dilengkapi berbagai fasilitas yang memanjakan wisatawan. Hamparan pasir putih sepanjang 2 KM menjadi sport foto menarik.

Ada puluhan payung peneduh dan toilet yang bersih. Tak hanya itu ada sekitar 30 warung makan dan minum yang siap melayani pengunjung.

“Konsepnya memang wisata keluarga. Jadi ibu dan bapak datang bersama anak-anak atau bahkan keluarga besar. Anak-anak bebas bermain, orang tua mengawasi dan menikmati,” kata Kudrotul..

Berubahnya Pantai Tlangoh ini bukanlah hasil sulapan. Tapi buah kerja keras anak-anak muda desa yang mendapat dukungan PHE WMO. "Kami di awal tahun 2020 mendiskusikan dengan teman-teman PHE WMO. Ternyata mendapat sambutan, dan bahkan dukungan serta bimbingan," kata Kudrotul.

Hasilnya sungguh diluar dugaan, dalam tempo 7 bulan telah mampu mengubah segalanya. Bahkan saat pandemi Covid-19 terjadi. "Covid-19 tidak menghalangi semangat anak-anak muda di Desa Tlangoh untuk bangkit," ungkap Kudrotul.

PHE WMO mendorong perangkat desa bahu-membahu dengan anak-anak muda yang tergabung dalam Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), dan pemangku kepentingan lainnya mengubah pantai yang kumuh menjadi destinasi wisata keluarga andalan.

Kini setidaknya ada 100 warga Desa Tlangoh yang hidup dari tempat wisata ini, mulai jadi penjaga pantai, petugas kebersihan, penjaga parkir, penjaga pintu masuk, penjual tiket, penjaga toiled, penjaga warung hingga pemilik warung.

"Kami masih menabung untuk menambah wahana foto selfie dan mengembangkan permainan laut seperti parasailing, banana boat dan sejenisnya," kata Kudrotul.

Memunculkan kemandirian dan berkelanjutan serta dijalankan dalam sebuah mekanisme partisipatif yang melibatkan para pemangku kepentingan di Telangoh. melengkapi kebersilan PHE WMO saat mengembangkan Taman Pendidikan Mangrove (TPM) Labuhan, Program Wisata Laut Labuhan, Eco Edufarming Bandangdaja. 4 program unggulan itulah yang mengantarkan PHE WMO meraih Proper Emas di tahun 2020 lalu.

"Program ini menitikberatkan pada sektor wisata melalui pengembangan pariwisata di pesisir utara Bangkalan, Jawa Timur dengan target mewujudkan One Belt One Road (OBOR) pariwisata setempat," kata General Manager PHE WMO Dwi Mandhiri.

Proper Emas tahun diberikan pada PHE WMO karena dinilai berhasil mengimplementasikan dengan baik kinerja lingkungan di internal perusahaan melalui upaya dan inovasi-inovasi sektor sumber daya alam, serta kontribusi di eksternal perusahaan melalui payung program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pengelolaan lingkungan potensi alam di Bangkalan.

Menurut Dwi Mandhiri, selain fokus pada pengembangan pariwisata di Pantau Utara, PHE WMO selama 2020 juga menyalurkan bantuan pendidikan untuk 199 siswa di Kecamatan Tanjungbumi, bantuan 3136 paket sembako untuk nelayan Desa Macajah, Tlangoh, Banyusangka dan Klampis Barat.

Selain itu juga membantu UMKM Desa Bandangdajah PIRT hasil bumi serta penyediaan usaha intslasi air isi ulang. Sementara bantuan pengembangan usaha nelayan du Desa Tlangoh dan Klampis Barat berupa alat tangkap rajungan.

"PHE WMO terus berupaya mengembangkan program yang memunculkan kemandirian dan berkelanjutan serta dijalankan dalam sebuah mekanisme partisipatif yang melibatkan para pemangku kepentingan," kata Dwi Mandhiri.(hen)

Editor : Suryadi Arfa

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru