KLIKJATIM.Com | Gresik - Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia berhasil menutup akhir tahun dengan capaian kinerja memuaskan atau sesuai target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2020.
[irp]
Baca juga: Sambut Ramadan 1447 H, Petrokimia Gresik Salurkan Rp723,5 Juta untuk 146 Masjid dan Lembaga Sosial
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengungkapkan bahwa pada akhir tahun 2020 kuantum produksi pupuk Petrokimia Gresik mencapai 4,79 juta ton atau 104�ri RKAP 2020 yakni 4,61 juta ton. Sedangkan untuk produksi non-pupuk mencapai 3 juta ton atau 105 persen dari RKAP 2020 yakni 2,8 juta ton.
"Walaupun sebagian pabrik telah berusia lebih dari 25 tahun, melalui berbagai upaya dan inovasi yang dilakukan, Petrokimia Gresik berhasil menjaga produktivitasnya tetap optimal,” ujar Dwi Satriyo.
Pabrik yang telah berusia tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu tantangan strategis perusahan saat ini. Disamping tantangan strategis lainnya, seperti kondisi ekonomi-politik global, kurs dollar, pasokan dan harga gas bumi, pengalihan subsidi pupuk, dan sebagainya.
Baca juga: Kembali Dari Bawean, Bupati Yani Lepas Keberangkatan Bantuan dan Kunjungi Korban Luka Gempa Bawean.
Untuk kinerja penjualan, Petrokimia Gresik berhasil mencatat penjualan pupuk bersubsidi, pupuk non-subsidi dan non-pupuk sebesar 7,1 juta ton atau 108�ri RKAP. Sedangkan untuk kinerja keuangan, total pendapatan mencapai Rp. 27,35 triliun atau 103�ri RKAP, dan membukukan laba Rp1,2 triliun atau 100�ri RKAP (unaudited).
"Alhamdulillah, walaupun di tengah wabah Covid-19, secara umum Petrokimia Gresik masih mampu memberikan kinerja yang baik dan tetap berkontribusi positif bagi negara," tandas Dwi Satriyo.
Menurutnya, capaian kinerja perusahaan ini juga tidak lepas dari pertumbuhan sektor pertanian nasional. Seperti diketahui, pertanian menjadi salah satu sektor yang berhasil tumbuh di tengah banyak sektor lain mengalami perlambatan akibat wabah Covid-19. (hen)
Editor : Redaksi