KLIKJATIM.Com | Surabaya - Penggunaan Bahan Bakar Mesin (BBM) di Jawa Timur menjelang Natal dan Tahun Baru mengalami penurunan.
[irp]
Baca juga: Gila, Suami di Surabaya Tega Jual Istri Seharga Rp 500 Ribu
Hal ini dipaparkan Executive General Manager (EGM) Pertamina Marketing Region Jawa Timur Bali Nusa Tenggara C.D. Sasongko saat memantau layanan di SPBU dan Terminal BBM pada Hari Raya Natal, Sabtu (26/12/2020.
Ia merinci, untuk produk jenis Gasoline seperti Premium, Pertalite, Pertamax, dan Plertamax Turbo mengalami penurunan mencapai 5 persen.
“Sampai pekan kedua pemantauan Tim Satgas pada Minggu (20/12/2020), rerata konsumsi hariannya turun sebsar 5 persen dibanding dengan rerata konsumsi harian normal. Dari 12.400 Kilo Liter (KL) per hari menjadi 11.700 KL,” kata Sasongko dalam Siaran Pers trrtulisnya, Sabti (26/12/2020).
Baca juga: TTL Berbagi Kebahagiaan Ramadhan bersama 141 Anak Yatim
Sasongko menambahkan, tak jauh beda dengan Gasoline, konsumsi BBM jenis Gasoil seperti Biosolar Dexlite dan Pertamina Dex juga mengalami penuruan sebesar 6 persen.
Dikatakannya, konsumsi harian normal Gasoline sebelumnya sebesar 6.100 KL. Namun, menjelang Natal dan Tahun Baru ini menjadi 5.700 KL.
Ada pun penyebabnya, menurut Sasongko, penurunan ini disebabkan masyarakat yang memilih untuk tidak bepergian keluar kota di wilayah Jawa Timur sebagai antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19.
Berbeda dengan konsumsi BBM, konsumsi LPG untuk sektor rumah tangga justru mengalami kenaikan. LPG sektor rumah tangga yang dimaksud d adalah LPG subsidi 3 kg, Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg.
Menjelang Natal sampai Minggu (20/12), konsumsi LPG mengalami kenaikan tipis sebesar 1 persen.
“Konsumsi harian normal sebelumnya 4.236 Metrik Ton (MT) per hari menjadi 4.362 MT per hari,” sambung Sasongko.
Ia menegaskan, Pertamina tetap fokus dan memastikan proses penyediaan kebutuhan energi untuk masyarakat berjalan dengan baik. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir stok BBM dan LPG selama Nataru. (hen)
Editor : Redaksi