KLIKJATIM.Com | Blitar - Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak meyakini Jembatan Ar-Rahman di Jalan Ciliwung, Kota Blitar akan bermanfaat untuk aksesibilitas bagi masyarakat luas. Termasuk juga jemaah Masjid Ar-Rahman.
[irp]
Baca juga: Warga Jember Kaget Temukan Tekstur Mirip Lafadz Allah di Cangkang Telur Miliknya
"Ini ikhtiar yang luar biasa menambah aksesibilitas. Artinya lalu lintas juga akan lebih baik," ujar Emil usai menghadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Jembatan Ar-Rahman di Kota Blitar, Jumat (25/12/2020).
Menurutnya, jembatan Ar-Rahman membentang sepanjang 40 meter yang menghubungkan antara Masjid Ar-Rahman sisi timur dengan Jalan Raung Kota Blitar. Jembatan ini berada di Masjid Ar-Rahman, Komplek Hariyanto Islamic Center (HIC) yang merupakan wakaf dari keluarga pemilik Mayangkara Grup.
Emil menyambut baik atas peran serta dari masyarakat dan juga kalangan dunia usaha, yang memiliki perhatian besar terhadap fasilitas ibadah bagi masyarakat. Khususnya bagi umat muslim sekitar.
Baca juga: Penemuan Mayat Bayi Perempuan di Dalam Kardus Depan Ruko di Ajung Jember Hebohkan Warga
"Masjid Ar-Rahman, tentunya ini adalah satu contoh yang luar biasa. Bagaimana peran serta dari masyarakat dan dunia usaha dalam membangun fasilitas ibadah, tentunya bukan saja aspek keagamaan, tapi juga pembentukan karakter dan peradaban yang memang memiliki dampak sangat luas," jelasnya.
Selain itu, dia memastikan, bahwa segala proses dari pembangunan Jembatan Ar-Rahman sudah ada komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. "Alhamdulillah, dengan Balai Kementerian PUPR, Balai Besar Wilayah Sungai Brantas ini sudah ada komunikasi dan koordinasi yang baik. Kami yakin dari pemerintah setempat semua juga akan mendukung pembangunan jembatan ini," ungkapnya.
Adanya fasilitas ibadah yang nyaman dan berkesan, lanjut Emil, sedikit banyak akan berpengaruh pada kekhusyukan umat dalam beribadah. "Kalau dengan niat ibadah, mempersiapkan diri secara fisik dan penampilan, menggunakan baju yang bersih juga akan membantu menambah kekhusyukan dan fokus utama pada kadar ibadah yang dijalankan," jelasnya.
Baca juga: Khofifah: Inflasi di Jatim 2,92 Persen Karena Indeks Harga Konsumen Naik jadi 117,59 Persen di 2023
Selain itu, di Masjid Ar-Rahman juga dilakukan pembentukan karakter dengan mengadakan pengajian sesuai protokol kesehatan (prokes). Bahkan, juga ada pemberian beasiswa pendidikan bagi jemaah masjid usia sekolah yang rajin beribadah di masjid miniatur Masjid Nabawi tersebut.
"Memberi beasiswa kepada Jemaah, terus mengadakan kegiatan baik itu salat lima waktu, salat Jumat, juga pengajian-pengajian. Ini menunjukkan, bahwa ini memang menjadi pusat peradaban," tandasnya. (nul)
Editor : Redaksi