KLIKJATIM.Com | Surabaya - Sejak diberlakukannya rapid tes antigen bagi penumpang pesawat, Bandara Juanda seperti pasar tumpah. Jumlah penumpang tak imbang dengan layanan rapid tes yang tersedia. Akibatnya, antrian menumpuk dan tak sedikit mereka ketinggalan pesawat.
[irp]
Baca juga: Super Flu Apakah Mematikan Seperti Covid ? Ini Penjelasan kemenkes
Salah seorang calon penumpang yang mengeluh Chumaira (52), saat hasil rapid tes miliknya ditolak pihak Bandara Juanda. Padahal, dia bertujuan bertolak ke Makassar pada pukul 13.00 WIB. "Dadakno aku kudu tes antigen. Aku Yo gak eroh (Ternyata saya harus tes antigen. Aku ya enggak tahu)," keluh perempuan asal Madura ini, Rabu (23/12/2020).
Dia mengaku pemesanan tiket yang dibeli melalui agen travel. Tapisaat pemesanan tiket tidak diberi informasi terkait persyaratan yang mengharuskan penumpang rapid test antigen. Sehingga dia terpaksa mengikuti rapid tes kembali di bandara.
"Jadwalku di-reschedule jadi jam 5. Jadi ada waktu buat tes Rapid antigen. Ini rame banget!" TambahnyaBegitu juga penumpang lain, Dian Bagus Nanda Pitaloka (28), yang datang lebih awal ke bandara. Ia mengantisipasi ada disinformasi yang bisa merugikannya.
Baca juga: Peningkatan Kasus COVID-19, Pakar UB Ingatkan Masyarakat Tidak Panik
"Jadi tadi aku datang duluan. Ternyata harus Rapid Antigen. Untungnya belum pesan tiket. Nanti kalau sudah tes dan ada hasilnya, aku baru pesan tiket. Biar enggak rugi," kata pria yang akan terbang ke Medan ini.
Sementara itu, ia menyayangkan harga Rapid Tes Antigen yang dirasanya mahal. Hal itu diketahuinya setelah tiba ke tenda tes. Di situ ia diinformasikan harga sekali rapid senilai Rp 185 ribu. "Harapannya ada informasi jelas. Jadi penumpang nggak rugi," imbuhnya.
Sementara itu, Humas PT Angkasa Pura I Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Yuristo Ardi Hanggoro mengungkapkan bahwa layanan rapid test sebetulnya sudah tersedia sejak awal pandemi. Namun jenis layanannya hanya Rapid Test antibodi.
Baca juga: Begini Upaya Delta Mania Dukung Tim Kesayangannya Arungi Liga 2
Sejalan dengan adanya kebijakan baru, Pemerintah mengisyaratkan bahwa penerbangan dari dan ke pulau Jawa atau antar bandara di dalam pulau Jawa, wajib memiliki hasil negatif Rapid Test Antigen. "Sehingga layanan antibodi kita tambahkan menjadi layanan rapid Test Antigen. Kami tambahkan sebagai service tambahan layanan jasa agar start terbang lebih mudah," terang Yuris.
Pelayanan Rapid Test Antigen ini dimulai pukul 07.00 hingga 18.00 WIB. Bahkan untuk mengantisipasi animo masyarakat, PT Angkasa Pura 1 Bandara Juanda membuka pelayanan sejak pagi dan menambah sebanyak 11 tenaga medis untuk pelayanan Rapid Test Antigen. (rtn)
Editor : Redaksi