KLIKJATIM.Com I Banyuwangi - Kapal tongkang bernama Tan 11 yang bermuatan sekitar 7.500 ton klinker, terbalik di Selat Bali, wilayah perairan Banyuwangi, Jawa Timur. Akibatnya ribuan ton bahan kimia yang merupakan bahan baku semen tumpah ke laut. Ekosistem laut khususnya di Bangsring Kecamatan Wongsorejo, terancam rusak.
[irp]
Baca juga: Oling River Food Festival Cara Banyuwangi Memoles Infratruktur Sebagai Tujuan Wisata
Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi Banyuwangi, Letkol Marinir Benyamin Ginting menjelaskan, sebelum kejadian, pada Jumat (18/12/2020) lalu, kapal tersebut telah bersandar di Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Tanjung Wangi dalam kondisi miring.
Baca juga: Siap-siap Lansia Akan Didatangi Petugas Vaksin Covid-19
Diduga akibat mengalami kebocoran pada lambung kapal. Sehingga level air di bagian buritan belakang kiri terisi air laut dan menyentuh setengah dari ketinggian sideboard bagian belakang kiri.
Kapal tersebut sedianya akan melakukan bongkar muat sebanyak 7.500 ton klinker yang merupakan bahan baku semen bosowa di dermaga Pelindo. Lantaran ada tanda-tanda akan tenggelam, pihak KSOP dan Pelindo berupaya untuk menjauhkan kapal dari dermaga.
Baca juga: Irdam V Brigjen Arie Sampaikan Kabar Baik, Jatim Keluar dari Lima Besar Covid-19
Agar kapal tersebut dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan tersebut. Selanjutnya dilakukan penarikan ketengah. Namun kondisi semakin miring dan terbalik saat di tengah laut. Kapal itu akhirnya ditarik tugboat ke pinggir Pantai Bangsring.(hen)
Editor : Apriliana Devitasari