Gubernur Pastikan Rumah Sakit Darurat Lapangan Malang Beroperasi Minggu Depan

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Malang - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa memastikan Rumah Sakit Darurat Lapangan (RSDL) di Kota Malang bisa digunakan pekan depan. Saat ini sejumlah pekerja sedang menyelesaikan pembangunan RSDLyang bertempat di Politeknik Kesehatan Malang (Polkesma) itu.

[irp]

Baca juga: Sapa Bansos di Sidoarjo, Khofifah Salurkan Rp3 Miliar Lebih untuk Perkuat Ekonomi Warga Jelang Ramadhan

Hal itu disampaikan Khofifah saat meninjau RSDL melihat kondisi RSDL bersama Pangdam dan Kapolda Jatim, Sabtu (5/12/2020). Khofifah berharap dalam sepekan ke depan, RSDL sudah bisa dioperasikan untuk merawat pasien Covid-19. Terutama untuk pasien dengan kondisi gejala ringan hingga sedang.

Baca juga: Tanah Gerak di Blitar, Pemprov Siapkan Huntara Puluhan Unit

Berkaca dari RS Lapangan yang telah ada di Surabaya, gubernur berharap RS lapangan di Kota Malang ini bisa meringankan beban RS rujukan. “RS darurat lapangan di Surabaya hingga saat ini teryata 0 persen kematiannya,” imbuhnya.

Sehingga dia berharap di Malang nanti bisa mengikuti format rumah sakit darurat lapangan yang telah ada di Surabaya. Selain itu, pihaknya juga menekankan sistem data yang satu pintu. “Jadi misalnya ada pasien yang sudah sembuh, ada pasien baru masuk, bed berapa, kondisi gimana, dan seterusnya. Kita ingin memastikan bahwa one gate referral system ini akan terus bisa tersupport oleh aktivasi dan updating dari berbagai RS,” lanjutnya.

Baca juga: Kedalaman Ilmu Ulama Indonesia Tercermin dalam Pameran Naskah Kuno Karya Ulama Nusantara di UINSA

Khofifah juga secara langsung meninjau lagi persiapan RS Lapangan di Polkesma. Dari tinjauannya itu, dia memastikan RS darurat itu sudah layak untuk merawat pasien Covid-19. Sehingga dia mengimbau tidak perlu ada isolasi mandiri di rumah. “Yang (gejala) ringan sampai sedang di sini, kita berharap tidak digunakan, tapi ini disiapkan. Isolasi mandiri hari ini mengkhawatirkan, kalau sama-sama kurang disiplin, itulah yang menjadikan klaster keluarga,” ujar mantan menteri sosial itu. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru