Anggaran Normalisasi Saluran Air Terserap 50 Persen, Warga Gempol Pasuruan Ketir-ketir

klikjatim.com
Ilustrasi saluran air

KLIKJATIM.Com I Pasuruan - Lantaran terkendala lokasi, anggaran pekerjaan normalisasi saluran di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan hanya terserap 50%. Angka ini, tentunya jauh dari progres yang diharapankan oleh Dinas Sumberdaya Air dan Tata Ruang, Kabupaten Pasuruan. Mengingat, musim hujan sudah tiba, membuat masyarakat was-was kebanjiran, khusus yang tinggal di kawasan Gempol. 

[irp]

Baca juga: Kabar Baik dari Blora! PT SGN Ambil Alih Penyerapan Tebu Rakyat di Tengah Mandeknya Operasional PG GMM

Imam Wahyudi, Kabid OP Dinas Sumberdaya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan pada KlikJatim.com, Selasa (24/11/2020) siang mengatakan, pada Tahun 2020 pekerjaan normalisasi jaringan irigrasi kawasan Gempol dianggarkan Rp 200 juta untuk tiga Desa yakni Desa Kepulungan, Kejapanan dan Sumbersuko. 

Baca juga: Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di Jember Diusut Bareskrim, Truk Tangki Disita

Guna mempermudah dan mempercepat pekerjaan itu. Pihaknya, menggunakan alat berat. Tidak hanya itu, tenaga manual juga digunakan. "Karena titik pekerjaan adalah saluran kecil yang tidak bisa dilalui alat berat," imbuhnya.

Imam mengakui, salah satu kendala pada pekerjaan adalah lokasi. Sedangkan terkait anggaran tersebut dari swakelola.

Baca juga: Seleksi JPT Pratama Bojonegoro Masuki Tahap Presentasi dan Wawancara, Pansel Uji Kompetensi Peserta

"Saat ini titiknya habis maka anggaran senilai Rp 200 juta tidak bisa terserap semua. Agar terserap semua, kita akan koordinasi dengan pihak pengusul untuk menentukan titik lagi," urainya.

Apabila anggaran tidak terserap semua dan usulan nihil. Otomatis anggaran tersebut akan dikembalikan ke Kasda menjadi Silpa. Makanya, ia menyarankan bagi Pemerintah Desa (Pemdes) setempat untuk mengajukan ke dinas lokasi mana saja yang diperlukan proyek ini. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru