KLIKJATIM.Com I Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi menaikkan insentif bagi guru ngaji. Tahun ini insentif dalam bentuk dana hibah besarnya sebesar Rp 7,5 miliar. Diberikan kepada 10.714 guru ngaji se-Banyuwangi. Insentif tersebut diserahkan langsung Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada sejumlah perwakilan guru ngaji, Kamis (12/11/2020).
[irp]
Baca juga: Cegah Kemacetan Sekitar Pelabuhan Ketapang, Pemkab Banyuwangi Usul Penambahan Kapasitas Dermaga
Jumlah insentif hasil validasi dari 16.018 guru ngaji. Kriterianya mempunyai murid 10 orang dan telah mengajar satu tahun. Terakhir direalisasikan pada tahun 2018 sebesar Rp.6,5 miliar
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat H.M Lukman mengatakan pada tahun 2019 insentif guru ngaji tidak direalisasikan mengikuti hasil rekomendasi audit Badan Pemeriksa Keuangan. Yayasan tidak diperkenankan menerima hibah berturut-turut. "Meski begitu, pada tahun 2019 dana dialihkan dalam bentuk kegiatan pelatihan-pelatihan," jelas Lukman.
Selama ini, insentif disalurkan melalui proses hibah di Yayasan Pendidikan Muslimat Nahdlatul Ulama Nabawi dan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan TK Al-Qur’an (LPPTKA) Badan Komunikasi Remaja Masjid Indonesia (BKRMI).
Sesuai rekomendasi BPK, kini insentif guru ngaji disalurkan dan dikoordinasikan lewat Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ). Dapat menerima hibah berturut-turut setiap tahunnya sesuai Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 182A Tahun 1988 dan Nomor 48 Tahun 1988 tentang Pengembangan Organisasi Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an.
Mulai tahun 2020 ini, Lukman menjamin penyaluran insentif pada guru ngaji akan berjalan dengan lancar. Data guru ngaji juga telah terupdate. “Insyaallah, penyaluran berjalan dengan lancar sesuai data yang telah di-update,” pungkas Lukman
Baca juga: Gandeng Noora Health, Pemkab Banyuwangi Siapkan Layanan Kesehatan Daring 24 Jam
Abdullah Azwar Anas menjelaskan, kebijakan ini adalah upaya untuk meningkatkan kualitas SDM di Banyuwangi. Sejak 2011, pemkab menyalurkan insentif bagi guru ngaji sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih atas perannya dalam dunia pendidikan. Selain memberi pendidikan agama, guru ngaji berperan penting membentuk karakter anak.
“Buat kita semua, peran guru ngaji tidak kalah pentingnya dari guru di sekolah formal. Di usia-inilah penanaman karakter pada anak sangat tepat dilakukan yang bisa didapatkan dari para guru ngaji,” kata Bupati Anas.
Anas pun menjelaskan bahwa pendidikan telah menjadi prioritas utama pembangunan daerah. Anggaran pendidikan menyerap porsi terbesar dalam APBD setiap tahunnya. Dana insentif untuk guru ngaji tahun ini dinaikkan, dari yang sebelumnya hanya Rp 500 ribu, menjadi Rp 700 ribu per tahun.
Baca juga: Bank Jatim Salurkan Mobil Layanan dan Bantuan RTLH untuk Dukung Pelayanan Publik Banyuwangi
"Insyaallah ilmu yang telah diberikan ke anak-anak didik akan menjadi amal jariyah yang akan terus membawa manfaat,” ujar Anas.(rtn)
Editor : Apriliana Devitasari