klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Sekolah Elyon Christian Didemo, Warga Minta Aktivitas Pembangunan Dihentikan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Warga didampingi kuasa hukumnya, Eggy Sujana saat demonstrasi di Sekolah Elyon Christian Primary School. (Alamuddin/klikjatim.com)
Warga didampingi kuasa hukumnya, Eggy Sujana saat demonstrasi di Sekolah Elyon Christian Primary School. (Alamuddin/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com ǀ Surabaya – Ratusan warga Tanjungsari menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung sekolah Elyon Christian Primary School, yang berada di Jalan Pattimura, Surabaya, Rabu (28/8/2019). Massa menuntut pihak sekolah agar menghentikan pembangunan sekolah internasional, karena status tanahnya masih sengketa.

Kuasa Hukum dari pihak warga, Eggy Sujana menegaskan, bahwa segala aktivitas pembangunan di sekolah harus dihentikan. Sebab pembangunan yang dilakukan pihak sekolah dinilai menyalahi hukum, menyusul adanya putusan Mahkamah Agung (MA) terkait gugatan yang dimenangkan warga.

"Saya selaku kuasa hukum dan perwakilan warga meminta agar segala aktivitas pembangunan dihentikan. Kalau tidak, jangan salahkan warga akan bertindak anarkis," ujarnya.

Eggy juga mengaku, dirinya sudah beberapa kali mengirimkan surat peringatan untuk tidak melakukan aktivitas apapun. Tapi sepertinya tidak diindahkan oleh pihak sekolah.

[irp]

Bahkan, warga juga sudah ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya untuk mendaftarkan eksekusi lahan. Namun upaya tersebut dinilai ada hambatan.

"Dari sini secara logika saja, kenapa putusan MA kok sepertinya susah dieksekusi. Patut diduga para aparat mendapatkan suap," lanjutnya.

Selain itu, pria yang pernah mencalonkan Pilgub Jatim ini juga mempertanyakan, terkait terbitnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di tanah sengketa. Anehnya, jawaban pemilik sekolah justru menyalahkan Walikota Surabaya, Tri Rismaharani.

"Yang bikin kita geli, surat IMB muncul karena kesalahan Walikota. Jelas ini pelecehan terhadap warga Kota Surabaya," imbuhnya.

[irp]

Sementara itu, Kepala Sekolah Elyon Christian Primary School, Kartika mengungkapkan, dirinya masih bingung terkait tanah yang menjadi sengketa. Karena kemarin disampaikan (sengketa) ada di belakang dan sekarang di depan.

"Kami tahu ada demonstrasi setelah Polsek memberitahukan ke kami. Maka dari itu, sekolah kami putuskan untuk diliburkan," bebernya.

Dari pantauan lapangan, aksi unjuk rasa tersebut dijaga ketat oleh anggota kepolisian dari Polrestabes Surabaya, Polsek Dukuh Pakis, Polsek Tandes dan Polsek Sukomanunggal. Nampak juga dari Koramil, Satpol PP dan Linmas Kota Surabaya. (lam/hen)

Editor :