KLIKJATIM.Com | Gresik - Dua orang pria menjadi korban pengeroyokan orang tidak dikenal di Kabupaten Gresik. Keduanya dianiaya di depan perumahan Alam Bukit Raya (ABR), Kecamatan Kebomas, Gresik pada Sabtu (5/9)
Kedua pria tersebut adalah Mahmud Ali (44), warga Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, Surabaya, dan Fahrul Rozi (39) warga Perum ABR, Kebomas, Gresik. Mereka berdua telah membuat laporan ke Polres Gresik, Senin (7/9/2020) siang.
[irp]
Setelah korban pengeroyokan lapor ke Polres Gresik beserta kuasa hukumnya. Korban disatroni kembali dengan seorang yang tidak dikenal.
"Orang itu datang ke rumah kami di Jalan Alam Bukit Raya (ABR) Blok C1/22 Kebomas, Gresik dengan pelaku sama saat pengeroyokan sebelumnya," ungkap Mahmud Ali saat didatangi di kediamannya yang merupakan kantor pemasaran tanah di Perumahan itu.
Ali menceritakan, dirinya bersama kerabatnya yang ada di Rumah itu memantau CCTV yang terpasang di Rumahnya. Nah, tepat pukul 19.21 Wib, Senin (7/9) malam ada tiga sampai empat orang yang lewat di depan rumahnya.
"Ada tiga empat orang tak dikenal, tapi cuma satu orang yang masuk ke rumah tanya-tanya tentang kantor atau rumah ini kepada rekan kami yang ada di Depan rumah," jelasnya sambil menunjukkan orang yang tertangkap kamera CCTV yang sama persis saat dilakukan pengeroyokan dan penyekapan atas dirinya dan temannya waktu lalu.
Kronologi itu berawal pada hari Sabtu (5/9) sekitar pukul 19.30 WIB malam. Saat itu Ali bersama temannya bernama Fahrul Rozi melintas di dalam Perumahan Alam Bukit Raya (ABR), Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik.
Malam itu Mahmud Ali dibonceng oleh Fahrul Rozi menggunakan sepeda motor. Mereka berdua kembali pulang setelah membeli jus yang ada di Depan Perumahan hendak kembali ke kediamannya di dalam perumahan tersebut.
Saat perjalanan tiba-tiba dihadang oleh orang tak dikenal. "Saya tidak hafal jumlah pasti, sekilas sekitar puluhan orang laki-laki," ucap Ali
Saat itu, ia tidak dikasih ampun. Belum berbicara sepatah kata, bogem mentah melayang di wajahnya. Kontak motor yang dikendarainya diambil, mereka dikeroyok ramai-ramai tanpa mengetahui kesalahan.
Keduanya dipisah di dua lokasi. Depan dan belakang. Mahmud Ali dipukul, ditarik hingga bajunya robek. Beruntung mereka berdua berhasil meloloskan diri. Lari dari komplotan pelaku pengeroyokan itu sambil menahan rasa sakit.
Sementara Fahrul Rozi yang menjadi saksi dalam kasus pengeroyokan tersebut juga mengaku tidak tahu apa motif pengaroyokan itu.
Namun, dia menyebut salah seorang berinisial P yang diduga menjadi dalang pengeroyokan. Dia mendengar salah satu ucapan pelaku pengeroyoja untuk mencari tempat tinggal lain.
"Disuruh pindah dari kontrakan ABR. Kalau tidak mau, diancam akan dihabisi," terangnya.
Abdullah SH MH selaku pengacara korban menyerahkan kasus ini kepada aparat penegak hukum. Dirinya tidak mau berandai-andai apa motif di balik pengeroyokan yang menimpa kliennya itu.
"Saya tidak mau berandai-andai, kami serahkan kepada pihak yang berwajib. Biar penyidik nanti yang membuktikan siapa pelaku dan dalang pengeroyokan ini," tutupnya. (bro)
Editor : Redaksi