KLIKJATIM.Com | Gresik - Pasca viralnya akun @Anisahsafitriii yang mengaku berjualan nasi bungkus untuk bayar daftar ulang sekolah di SMA 1 Gresik mendapati perhatian dari salah satu warganet yang mengaku hasil gambar jualannya diduga dicomot oleh akun twiter @Anisahsafitriii.
"Woy siapapun anda yang mencomot foto dodolanku gae promo hoax mugo-mugo oleh balesan setimpal, aku gak terima nek gambarku gae modus penipuan podo karo nyemarno nama baik dodolanku," tulis komentar akun Owner Kuliner Berkah di postingan Gresik Sumpek.
Saat ditelusuri oleh Klikjatim.com berusaha inbox message akun fb tersebut belum ada balasan.
[irp]
Menanggapi hal tersebut Humas Polres Gresik Ipda Yani mengatakan, pihaknya belum bisa melakukan tindakan lebih selama belum ada laporan apakah itu penipuan atau tidak.
"Harus ada laporan dulu, baru akan kami tindak lanjuti dan melakukan penyelidikan lebih lanjut, kami juga monitor, hanya saja belum ada yang melapor," katanya kepada klikjatim.com. Jumat (3/7/2020).
Seperti diberitakan sebelumnya warganet di Gresik, pada Rabu (1/7/2020) sempat dihebohkan oleh akun di Twitter yang mengaku terpaksa berjualan nasi bungkus seharga Rp8.000 untuk melunasi biaya daftar ulang di SMA Negeri 1 Gresik.
Cuitannya tersebut telah diretwit (ditwit ulang) sebanyak 4697 kali dengan beragam respon dari warganet. Ada yang simpati ada pula yang curiga sebagai modus untuk tujuan tertentu.
Akun @zanisetyo misalnya mempertanyakan twitnya karena biaya sekolah sudah disubsidi pemerintah melalui berbagai program. "Lho bukannya sekolah negeri tidak boleh ada pungutan? Ada BOS + BOPDA , mhn koreksi jika salah," tulisnya.
Selain itu, banyak pula warganet yang menyatakan simpati dengan persoalan yang tengah dialami Anisahsafitriii.
Klikjatim.com sudah berupaya menghubungi akun Anisah tersebut melalui pesan langsung Twitter atau direct message (DM) untuk mengkonfirmasi kebenaran cuitannya tersebut. Namun, sejauh ini tidak dijawab.
Sementara wakil kepala sekolah Bagian hubungan masyarakat (Humas) SMA Negeri 1 Gresik Abdul Mukti menyatakan siswa baru atas nama Anisahsafitriii tidak ada. Bahkan, ia mengaku menerima banyak pertanyaan dari masyarakat dan alumni mengenai persoalan ini.
"Banyak yang menghubungi saya sejak tadi mengenai persoalan ini. Dan saya pastikan informasi yang disampaikan Anisahsafitriii di Twitter tersebut tidak benar," tegasnya.
[irp]
Dijelaskan Mukti, biaya daftar ulang diperuntukkan pengadaan seragam sekolah melalui koperasi sekolah hanya saja sifatnya tidak wajib, tergantung kemampuan wali murid.
"Kita tidak memaksa. Semua tergantung kemampuan wali murid. Apalagi saat ini sedang pandemi corona," pungkasnya. (mkr)
Editor : Redaksi
Kotak Amal Masjid Al Barokah Ponorogo Dibobol Maling
Aksi pencurian kotak amal di masjid Betro terjadi di Ponorogo hingga viral di media sosial (medsos). wilayah Desa Ketro, Kecamatan Sawoo Ponorogo…
ABK Terjatuh di Perairan PLTU Tuban, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Seorang Anak Buah Kapal (ABK) bernama M. Solikhin Aufal (44) dilaporkan hilang saat sedang melaut di perairan Kabupaten Tuban. Pria yang merupakan warga Tuban…
Bupati Ipuk Apresiasi Roadshow SATU Indonesia 2026 di Banyuwangi
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mendukung kegiatan roadshow Satu Indonesia Awards Ke-17 Tahun 2026 yang digelar perdana di Kabupaten Banyuwangi…
Kapolres Jember Ungkap Motif Pembunuhan Kurir Dilatarbelakngi Dendam Lama
KLIKJATIM.Com | Jember -Satreskrim Polres Jember mengungkap motif di balik pembunuhan M. Syaiful Afandi (21), seorang kurir ekspedisi Desa Purwoasri, jember…
Sepanjang Mei 2026, Polres Blitar Ungkap 12 Kasus Narkoba
Satresnarkoba Polres Blitar Kota berhasil mengungkap 12 kasus peredaran narkotika dan obat keras berbahaya selama Mei 2026…
Daur Ulang Kertas, MPM Honda Jatim Berkontribusi Selamatkan Setara 1.049 Pohon
KLIKJATIM.Com | Surabaya – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan terus ditunjukkan PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim), distributor sepeda motor H…