klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Sekdaprov Jatim Minta Gerbang Baru Nusantara Tak Berhenti Jadi Jargon, Harus Berdampak Nyata

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Sarasehan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur bertajuk “Gerbang Baru Nusantara: The Next Level” di atas Kapal Republik Indonesia (KRI) Makassar 590. (Dok/Pemprov Jatim)
Sarasehan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur bertajuk “Gerbang Baru Nusantara: The Next Level” di atas Kapal Republik Indonesia (KRI) Makassar 590. (Dok/Pemprov Jatim)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono meminta visi Gerbang Baru Nusantara The Next Level diwujudkan melalui program konkret yang terukur dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Penguatan konektivitas, produksi dan perdagangan, serta pengembangan sumber daya manusia menjadi fokus untuk meningkatkan kontribusi Jawa Timur terhadap pembangunan nasional.

Hal itu disampaikan Adhy saat membuka Sarasehan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur bertajuk “Gerbang Baru Nusantara: The Next Level” di atas Kapal Republik Indonesia (KRI) Makassar 590 yang berlayar dari Koarmada II Surabaya menuju Kabupaten Sumenep, Selasa (13/10/2026).

Sarasehan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Sapa Bansos dan Bakti Sosial dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Forum ini menjadi ruang evaluasi sekaligus pertukaran gagasan untuk memperkuat peran Jawa Timur dalam mendorong kemajuan Indonesia.

“Gerbang Baru Nusantara ini tidak hanya sekadar konsep atau jargon. Kita ingin konsep ini semakin kuat pemahamannya, semakin nyata implementasinya, dan semakin luas manfaatnya bagi seluruh provinsi di Indonesia,” ujar Adhy.

Menurutnya, posisi strategis Jawa Timur sebagai penghubung sekaligus pusat keunggulan nasional ditopang tiga sektor utama, yakni Gerbang Talenta, Gerbang Produksi dan Perdagangan, serta Gerbang Konektivitas yang didukung layanan keuangan lintas wilayah.

Ketiga sektor tersebut mencakup pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kapasitas produksi, hingga penguatan distribusi barang dan jasa. Infrastruktur pelabuhan, jaringan logistik, serta layanan tol laut menjadi modal penting untuk memperkuat hubungan ekonomi antardaerah.

“Jawa Timur ini punya peran strategis yang kuat untuk nasional. Bukan saja untuk lalu lintas barang, tetapi juga didukung konektivitas logistik, termasuk layanan tol laut yang banyak melalui Surabaya. Ini menjadi nilai tambah bagi Jawa Timur,” katanya.

Penguatan jejaring ekonomi lintas wilayah juga dilakukan melalui perluasan layanan keuangan Bank Jatim, termasuk pembukaan kantor cabang di Balikpapan, serta pelaksanaan misi dagang untuk memperluas pemasaran produk Jawa Timur.

Adhy menyebut misi dagang antarprovinsi dapat dilaksanakan hingga dua kali dalam sebulan. Kegiatan tersebut dinilai membuka peluang pasar baru sekaligus memperkuat surplus perdagangan Jawa Timur.

“Produk-produk Jawa Timur diminati tidak hanya di berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga di pasar dunia. Inilah yang kita dorong melalui Gerbang Baru Nusantara The Next Level,” tambahnya.

Adhy menegaskan, sarasehan tersebut harus menghasilkan pemetaan yang jelas mengenai kekuatan, tantangan, dan kebutuhan pengembangan Jawa Timur. Seluruh rekomendasi perlu disusun berdasarkan fakta dan data agar dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang tepat sasaran.

“Apa yang sudah kuat kita sebagai Gerbang Baru Nusantara, fakta yang konkret sudah ada dan harus kita pertahankan. Kedua, apa yang perlu diperbuat, kalau masih ada yang bolong diidentifikasi,” jelasnya.

Ia juga meminta agar hasil evaluasi tersebut ditindaklanjuti melalui arah kebijakan, program, dan kegiatan konkret yang mampu memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu penggerak pembangunan nasional.

### Akademisi Minta Perangkat Daerah Naik Level

Pengamat sosial Jawa Timur sekaligus akademisi Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim AS, mengapresiasi komitmen Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam memperkuat implementasi Gerbang Baru Nusantara.

Menurutnya, periode kedua kepemimpinan Khofifah bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menjadi momentum untuk memperluas dampak visi pembangunan tersebut. Seluruh perangkat daerah perlu meningkatkan kinerja agar program yang dijalankan menghasilkan perubahan nyata.

“Gerbang Baru Nusantara harus benar-benar menjadi tantangan sekaligus energi bagi seluruh perangkat daerah untuk naik level. Bukan sekadar menjadi visi tertulis atau jargon, melainkan sumber inspirasi bagi setiap langkah dan kebijakan pembangunan di Jawa Timur,” ujarnya.

Surokim menilai, setiap perangkat daerah harus menerjemahkan visi tersebut menjadi target konkret, terukur, dan berorientasi pada dampak. Keunggulan masing-masing sektor perlu dikembangkan agar Jawa Timur dapat menjadi rujukan nasional sekaligus memperluas kiprahnya di tingkat global.

Ia mengingatkan agar pelaksanaan program pemerintah tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kegiatan rutin, tetapi juga menghasilkan nilai tambah dan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.

Sementara itu, akademisi Universitas Airlangga, Dr. Suko Widodo, menyoroti pentingnya keselarasan identitas, narasi, reputasi, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan Jawa Timur.

Menurutnya, penilaian masyarakat terhadap pemerintah sangat dipengaruhi pengalaman nyata saat menerima pelayanan publik. Karena itu, narasi pembangunan harus sejalan dengan pemenuhan janji dan hasil kerja yang dirasakan warga.

“Melalui analogi kentongan sebagai sarana komunikasi warga, pemerintah harus semakin peka mendengar kebutuhan masyarakat. Warga perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses pembangunan, dengan ruang partisipasi yang juga terbuka bagi generasi muda,” kata Suko.

Ia juga menekankan perlunya sistem kelembagaan yang mampu menjaga kesinambungan pelayanan dan pembangunan meskipun terjadi pergantian kepemimpinan.

Dengan begitu, semangat Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan dapat diwujudkan melalui kepekaan pemerintah dalam merespons kebutuhan masyarakat serta keberlanjutan program pembangunan.

### Konektivitas dan Perdagangan Jadi Andalan

Dari sektor transportasi, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Nyono menjelaskan bahwa jaringan transportasi berperan penting dalam menghubungkan manusia, barang, dan peluang ekonomi. Dukungan delapan bandara dan 42 pelabuhan laut menjadi bagian dari kekuatan Jawa Timur sebagai Gerbang Konektivitas Nusantara.

Ia menyebut Pelabuhan Tanjung Perak melayani 25 dari total 41 rute tol laut. Peran tersebut memperkuat posisi Jawa Timur dalam distribusi logistik dan keterhubungan ekonomi antardaerah.

Penguatan konektivitas juga diarahkan melalui integrasi angkutan umum, peningkatan layanan transportasi kepulauan, dan keterhubungan antarmoda. Pengembangan Trans Jatim beserta angkutan pengumpan, penguatan layanan pelabuhan, serta akses menuju pusat kegiatan ekonomi menjadi bagian dari upaya memperlancar mobilitas masyarakat dan barang.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Iwan, memaparkan pentingnya penguatan rantai pasok, perluasan pasar, dan peningkatan nilai tambah produk lokal.

Pada semester I 2026, industri pengolahan menyumbang 31,27 persen terhadap struktur perekonomian Jawa Timur, sedangkan sektor perdagangan berkontribusi 18,49 persen.

Menurut Iwan, kedua sektor tersebut menjadi modal penting untuk memperbesar peran Jawa Timur sebagai Gerbang Produksi dan Perdagangan Nusantara.

Strategi pengembangannya meliputi diversifikasi negara tujuan ekspor, penciptaan eksportir baru, fasilitasi pertemuan bisnis, serta partisipasi dalam pameran internasional. Pemerintah juga mendorong kemitraan antara industri kecil dan menengah (IKM) dengan industri besar untuk memperluas pasar dan memperkuat rantai pasok lokal.

Pendampingan IKM juga perlu mencakup ketersediaan bahan baku, proses pengolahan, standardisasi, sertifikasi, hingga pemasaran. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan kualitas dan nilai jual produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

### Pendidikan hingga Pariwisata Perkuat Daya Saing

Pada sektor pengembangan talenta, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Aries Agung Paewai memiliki peran strategis dalam mengembangkan potensi peserta didik dan meningkatkan mutu layanan pendidikan.

Talenta asal Jawa Timur telah berkiprah di tingkat nasional. Di sisi lain, layanan pendidikan di provinsi ini juga menjangkau peserta didik dari luar daerah. Kondisi tersebut menunjukkan kontribusi pendidikan Jawa Timur dalam pengembangan sumber daya manusia lintas wilayah.

Sarasehan turut membahas kontribusi sektor kesehatan, agrokompleks yang meliputi pertanian dan peternakan, serta pariwisata.

Pada sektor kesehatan, layanan rumah sakit Jawa Timur turut memenuhi kebutuhan masyarakat dari berbagai daerah. Sektor agrokompleks berkontribusi dalam memasok kebutuhan pangan untuk pasar domestik hingga ekspor, sedangkan destinasi wisata Jawa Timur menarik kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Berbagai paparan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk mengidentifikasi keunggulan yang perlu dipertahankan sekaligus sektor yang masih membutuhkan penguatan.

Diskusi yang dipandu Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur itu diarahkan untuk menghasilkan tiga hingga lima rekomendasi prioritas berbasis fakta dan data. Rekomendasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan pimpinan dalam merumuskan kebijakan dan program penguatan Gerbang Baru Nusantara.

Penyelenggaraan sarasehan di atas KRI Makassar 590 sekaligus menegaskan pentingnya konektivitas maritim, sinergi antardaerah, dan kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat kontribusi Jawa Timur terhadap pembangunan nasional.

Editor :