KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Gabungan Organisasi Wanita (GOW) mengadakan lomba fashion show kebaya dengan gaya modern ala batik Bojonegoro. Kegiatan yang digelar di Go Fun Entertainment Complex itu dilakuakn pada Sabtu malam (3/5/2025) kemarin.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Bojonegoro beserta suami, kepala OPD seperti Bakesbangpol, Dinas P3AKB, dan Dinas Kesehatan, Direktur PDAM, Penasehat GOW Hj. Mien Setyo Hartono, 37 ketua organisasi wanita, para sponsor, serta tamu undangan lainnya serta acara ini sukses menyedot perhatian publik dengan 500 tiket dan jumlah penonton mencapai sekitar 800 orang.
Ketua panitia, Hj. Luki Lukfiana menjelaskan bahwa, kegiatan ini bertujuan untuk meneladani perjuangan RA Kartini sekaligus memperkenalkan budaya kebaya sejak dini dalam bentuk yang lebih modern, memadukan kebaya dengan batik khas Bojonegoro.
Menurutnya dalam lomba ini terdapat dua kategori lomba, yakni kategori A untuk anak usia 5–11 tahun dan kategori B untuk remaja usia 12–17 tahun, dengan total peserta sebanyak 90 orang dari Bojonegoro, Tuban, dan Blora.
Hj. Luki juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, termasuk 34 sponsor yang berkontribusi dalam menyukseskan acara ini. “Saya memberikan apresiasi kepada Ketua GOW Bojonegoro, Hj. Lely Tinawati, yang telah mengabdi selama 35 tahun dan terus menularkan semangat positif kepada seluruh pengurus,” katanya.
Semntara itu, Ketua GOW Bojonegoro, Hj. Lely Tinawati menyampaikan, GOW hadir untuk menyebarkan semangat kebersamaan, kreativitas, dan keberanian dalam berkarya. Sementara itu, Ibu Wakil Bupati Bojonegoro memberikan apresiasi tinggi terhadap acara ini.
Ia menyebut lomba ini sebagai sarana pembelajaran untuk mencintai produk lokal dan meneladani ketokohan Kartini. Ia juga memperkenalkan motif Obor Sewu sebagai corak batik yang akan menjadi pakaian dinas harian (PDH) bagi ASN di lingkungan Pemkab Bojonegoro.
“Lomba ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat bagi anak-anak dan remaja, tetapi juga wadah untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini,” pungkasnya.(ris)
Editor : M Nur Afifullah